Berita

Direktur CIA William Burns/Net

Dunia

Rusia Kerahkan Pasukan di Perbatasan, Biden Kirim Direktur CIA ke Moskow untuk Beri Teguran

SABTU, 06 NOVEMBER 2021 | 10:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketegangan yang meningkat antara Rusia dan Ukraina mendorong AS untuk mengirim Direktur CIA William Burns ke Moskow. Pemerintahan Biden meminta Burns memberi teguran kepada Kremlin mengenai penumpukan pasukan di dekat perbatasan yang dikhawatirkan akan meletupkan peperangan.

“Presiden AS Joe Biden mengirim Direktur CIA Burns ke Moskow untuk memperingatkan Kremlin bahwa AS memantau dengan cermat peningkatan jumlah pasukan di dekat perbatasan dengan Ukraina, dan untuk mencoba menentukan apa yang memotivasi tindakan Rusia itu,” CNN melaporkan pada Jumat (5/11).

Selain soal ketegangan dengan Rusia, Burns, selama kunjungan resmi dua hari itu, menyatakan keprihatinan bahwa Rusia dapat menggunakan ekspor gas sebagai kekuatan untuk menekan Ukraina dan negara-negara Eropa selama krisis energi.


Setelah bertemu dengan Direktur Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) Sergei Naryshkin, Burn kemudian berbicara melalui telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Mengatakan bahwa AS terus memantau setiap tindakan Rusia dan perkembangan di perbatasan.

"Penumpukan, ditambah dengan pemerasan energi, memang menunjukkan sikap Rusia yang lebih agresif," kata penasihat Zelensky, seperti dikutip dari CNN.

Foto-foto TV satelit yang diambil oleh Maxar Applied Sciences pada Senin lalu menunjukkan adanya tindakan dan penumpukkan pasukan Rusia yang dilengkapi dengan peralatan perang yang membuat para perwira AS khawatir. Foto-foto tersebut menunjukkan pasukan Rusia, tank dan artileri berkumpul di dekat kota Rusia Yelnya. Pemerintahan Biden khawatir, itu menjadi tanda-tanda adanya invasi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova langsung membantah kabar itu. Klaim bahwa Rusia mengumpulkan pasukan di perbatasan Ukraina, adalah palsu.

"Seolah-olah Rusia memindahkan semua pasukannya untuk siap bertempur di perbatasan Ukraina, itu adalah berita palsu, benar-benar palsu!" katanya.

uru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pun mencap laporan peralatan militer Rusia "dekat perbatasan dengan Ukraina" sebagai "berita palsu murahan."

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya