Berita

PAN di era kepemimpinan Zulkifli Hasan dari lebih lunak pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Sabar Menanti Jatah Kabinet, Bukti PAN Sudah Lepas dari Bayang-bayang Amien Rais

JUMAT, 05 NOVEMBER 2021 | 15:22 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Amanat Nasional (PAN) nampaknya masih memiliki kesabaran lebih untuk menunggu kursi kabinet dari Presiden Joko Widodo usai diumumkan sebagai anggota baru koalisi pemerintah.

Hal tersebut menjadi keyakinan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno. Bagi dia, tentu ada kalkulasi yang matang untuk memutuskan bergabung dengan koalisi dan menunggu jatah kursi kabinet.

"Tentunya PAN punya kalkulasi rasional soal sikapnya yang terus bertahan meski sampai saat ini belum dapat jatah menteri," ujar Adi Prayitno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (5/11).


Pertimbangan itu, kata Adi, untuk membuktikan PAN era kepemimpinan Zulkifli Hasan sudah lebih lembut pada pemerintah. Terlebih, setelah pendiri PAN yang terkenal kritis pada pemerintah, Amien Rais memilih hengkang dan membentuk partai politik baru.

"Kesan yang ingin disampaikan ke publik bahwa PAN berbeda dengan saat masih ada Amien Rais yang garang ke pemerintah, yang dalam banyak hal merugikan perolehan suara PAN," terangnya.

Menurutnya, penantian kursi kabinet ini yang dimanfaatkan Zulkifli Hasan sebagai momentum untuk membuktikan PAN saat ini sudah lepas dari bayang-bayang Amien Rais.

"PAN saat ini adalah PAN era Zulhas yang sejak awal dekat dengan Jokowi. Ini fase transisi PAN yang ingin melepaskan diri dari bayang-bayang Amien," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya