Berita

Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Willem Wandik/RMOL

Politik

Andika Perkasa Panglima TNI, GAMKI: Konflik Papua Diselesaikan dengan Dialog

KAMIS, 04 NOVEMBER 2021 | 15:48 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pengajuan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa  sebagai calon tunggal Panglima TNI merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo.

Demikian pernyataan Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Willem Wandik saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis sore (4/11).

Menurut Willem, Jokowi sebagai pemegang kekuasaan tertingg atas TNI Angkatan arat, Laut dan udara pasti memiliki pertimbangan tersendiri untuk menetapkan Andika menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.


"Pada prinsipnya pergantian Panglima TNI adalah kewenangan dan hak prerogatif Presiden sehingga kami dari DPP GAMKI menghormati apa yang menjadi pilihan Bapak Jokowi," kata Willem Wandik.

Menurut Wandik, Jenderal Andika selama menjadi KSAD dikenal sebagai orang yang profesional, tegas, dan humanis.

"Sehingga di bawah kepemimpinannya sebagai Panglima TNI, kita berharap TNI semakin profesional dan humanis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Wandik.

Willem berharap, di masa kepemimpinan Jenderal Andika bisa menyelesaikan beberapa hal, diantaranya: peningkatan kesejahteraan prajurit TNI, penghapusan kekerasan terhadap warga sipil dan mengutamakan pendekatan dialog dalam penanganan konflik di Papua.

"Kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan, kebencian melahirkan kebencian, dendam melahirkan dendam. Dialog dengan pendekatan local wisdom adalah solusi satu-satunya untuk menyelesaikan persoalan Papua," kata Wandik yang merupakan anggota DPR RI dari dapil provinsi Papua ini.

Selain itu, pria yang juga anggota DPR RI Fraksi Demokrat ini berharap, Andika memberikan perhatian khusus terkait pelanggaran wilayah perbatasan dan konflik Laut China Selatan.

Ia juga menyarankan Andika juga memberi perhatian terhadap tantangan perang/serangan siber.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya