Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

KAI Sesuaikan Pencabutan Syarat Wajib Tes PCR untuk Perjalanan Darat 250 km, Begini Ketentuan Terbaru KAJJ

KAMIS, 04 NOVEMBER 2021 | 05:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ketentuan perjalanan orang menggunakan transportasi darat semasa pandemi Covid-19, yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 22/2021, mengharuskan Kementerian Perhubungan mencabut sejumlah aturan.

Salah satunya adalah tak lagi memuat ketentuan mengenai perjalanan darat dengan batas minimal jarak 250 km, untuk memberlakukan syarat wajib tes PCR atau antigen dengan hasil pemeriksaan negatif.

Pencabutan aturan yang ditandai dengan diterbitkannya SE Kemenhub 97/2021 tersebut ditindaklanjuti PT KAI Daop 1 Jakarta, dengan menyesuaikan beberapa ketentuan perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ).


"Terdapat sejumlah persyaratan untuk naik KA Jarak Jauh di masa pandemi Covid-19 yang diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa dalam keterangan tertulisnya, Kamis subuh (4/11).

Ada tiga ketentuan utama yang disebutkan Eva untuk perjalanan KAJJ. Di mana yang pertama penumpang sudah harus divaksin minimal dosis pertama, dengan pengecualian anak usia di bawah 12 tahun belum diwajibkan namun pada saat keberangkatan wajib didampingi orang tua/ keluarga dengan satu kartu keluarga yang sama.

"Bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter yang menerangkan bersangkutan belum atau tak bisa menerima vaksin," urainya.

Kemudian ketentuan yang kedua, Eva menyebutkan bahwa penumpang mesti menunjukkan surat keterangan Antigen maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

"KAI Daop 1 menyediakan lima stasiun yang melayani Rapid Test Antigen seharga Rp 45.000 yaitu Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Karawang dan Cikampek," bebernya.

Sedangkan untuk aturan yang ketiga yakni, penumpang harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya