Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Politik

Iwan Sumule: Andai Penegak Hukum Berani Sidik Dugaan Keterlibatan Luhut dalam Berbagai Proyek

RABU, 03 NOVEMBER 2021 | 07:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tulisan dari Agustinus Edy Kritianto berjudul “Para Penikmat Cuan PCR” yang dimuat Tempo telah meresahkan masyarakat. Pasalnya, tulisan itu berisi dugaan para pemangku kebijakan turut serta dalam berbisnis tes PCR.

Bagi Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule, keresahan itu merupakan hal yang wajar. Sebab ketika pemegang kebijakan ikut dalam bisnis yang kebijakannya dia tentukan, maka rakyat akan dirugikan.

“Ini bahayanya kalau leader jadi dealer,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (3/11).


Salah satu yang menjadi sorotannya adalah Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) yang perusahaannya diduga terlibat dalam bisnis PCR.

Menurutnya, hal ini membuka spekulasi bahwa Luhut sebagai pengambil kebijakan diduga mengambil untung atas kebijakan yang diambil.

Apalagi, sambungnya, masyarakat Indonesia masih terngiang film dokumenter berjudul “Sexy Killers” yang turut menyinggung nama Luhut dalam kaitan bisnis batubara di tanah air.

Iwan Sumule pun berandai-andai. Dia yakin jika penegak hukum berani masuk dalam ranag ini, maka kasus bisa menjadi lebih terang benderang.

“Andai saja KPK, Polri, atau Kejaksaan berani sidik dugaan korupsi dan keterlibatan LBP dalam berbagai proyek, pasti kena. Iya nggak sih?” ujarnya.

“Apakah nitizen percaya Luhut Binsar Pandjaitan orangnya bersih dan tak korupsi? Saya pun tak percaya LBP bersih dan tak korupsi,” demikian Iwan Sumule.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya