Berita

Wakil Presiden Maruf Amin saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Penanganan Covid-19 secara virtual pada Senin sore, 1 November/Repro

Politik

Perdana Pimpin Ratas Penanganan Covid-19, Maruf Amin Minta Perketat Screening WNA dan WNI dari Luar Negeri

SELASA, 02 NOVEMBER 2021 | 00:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rapat Terbatas (Ratas) Penanganan Covid-19 tak berjalan seperti biasanya dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Pada Senin sore (1/11), untuk pertama kalinya Ratas penanganan Covid-19 dipimpin oleh Wakil Presiden Maruf Amin, setelah pandemi bejalan hampir dua tahun dan kini sudah berangsur membaik.

"Hari ini saya memimpin Rapat Terbatas tentang Pembahasan Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) melalui konferensi video," ujar Maruf Amin dalam akun Twitternya, Senin (1/11).


Dalam Ratas tersebut, Maruf Amin menyampaikan beberapa indikator perbaikan. Namun di sisi yang lain,dia mencatat tren kenaikan pergerakan masyarakat seiring pelonggaran PPKM..

"Karena itu, diperlukan mitigasi yang baik agar pelaksanaan PPKM dapat tetap terkendali," tuturnya.

"Perlunya memikirkan mitigasi terbaik agar penurunan atau relaksasi daripada penerapan PPKM itu kita sesuaikan secara terkendali dan terukur," imbuhnya.

Selain mitigasi, Maruf Amin menyebutkan pelaksanaan 3T (Testing, Tracing, Treatment) dan vaksinasi Covid-19 juga perlu terus ditingkatkan, sehingga perlindungan terhadap masyarakat tetap terjaga dan tidak terjadi gelombang ketiga.

"Hal yang sudah kita capai ini perlu tetap kita pertahankan dan untuk itu kita harus terus memperkuat pertama soal testing, tracing, kemudian juga isolasi, treatment, dan vaksinasi," katanya.

Karena pergerakan masyarakat mulai begitu tinggi, maka Maruf Amin memandang perlu adanya pendekatan atau peningkatan mengenai perlindungan terhadap masyarakat. Yakni dengan cara memperkuat penggunaan aplikasi Peduli Lindungi untuk mengantisipasi gelombang ketiga baik dari sumber penyebaran yang ada di dalam negeri maupun luar negeri.

Terkait mobilitas internasional, mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menekankan pentingnya screening yang ketat baik terhadap wisatawan asing maupun Warga Negara Indonesia (WNI) yang melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Sebab, mobilitas internasional dapat menjadi celah masuknya varian baru Covid-19 apabila tidak disikapi dengan tegas," demikian Maruf Amin.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Pernyataan Eggi Sebut Akhlak Jokowi Baik jadi Bulan-bulanan Warganet

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:40

Senyum Walikota Madiun

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:19

Rapim Kemhan-TNI 2026 Tekankan Sishankamrata sebagai Kekuatan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:55

Legislator PKS Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:35

Digiring ke Gedung KPK, Walikota Madiun Malah Minta Didoakan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:20

Bencana Menerjang, BUMN Datang

Senin, 19 Januari 2026 | 23:55

Polisi Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintetis Senilai Rp2 Miliar

Senin, 19 Januari 2026 | 23:37

Mantan Jubir KPK Ali Fikri Raih Gelar Doktor Hukum Unair

Senin, 19 Januari 2026 | 23:11

Napi Bebas Pakai Gawai di Lapas Bukan Kelalaian Biasa

Senin, 19 Januari 2026 | 23:02

Walikota Madiun Maidi Dkk Tiba di Gedung KPK, Sebagian Lewat Belakang

Senin, 19 Januari 2026 | 22:46

Selengkapnya