Berita

Ketua Frakasi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay/RMOL

Politik

Aturan Wajib PCR Dibatalkan, PAN: Bukti Pemerintah Tidak Berbisnis dengan Rakyatnya

SENIN, 01 NOVEMBER 2021 | 21:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dicabutnya kebijakan kewajiban hasil tes PCR sebagai syarat dokumen penerbangan membantah tudingan pemerintah berbisnis dengan rakyat.

Hal itu diamini anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Menurutnya, dicabutnya kebijakan yang memberatkan masyarakat tersebut menjadi pertanda bahwa pemerintah mendengar aspirasi rakyat.

"Jadi sekarang ini kalau pemerintah sudah membatalkan berarti pemerintah sudah mendengar aspirasi masyarakat dan itu sudah disuarakan secara konsisten oleh DPR, termasuk kami dari Fraksi PAN,” kata Saleh di Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (1/11).


Selain itu, kata Saleh dengan adanya pembatalan syarat PCR untuk penumpang pesawat terbang, membantah tudingan bahwa pemerintah berbisnis dengan rakyat di tengah stuasi pandemi Covid-19 saat ini.

Pendapat Saleh, kalau pemerintah berurusan dengan bisnis, maka tidak akan berani memutuskan pembatalan dengan cepat.

“Pemerintah bisa langsung memutus tanpa ada hitung-hitungan bisnisnya berarti dengan cara cepat begini hanya hitungan sehari dua hari nih itu kan langsung putus, itu tidak ada hitungan bisnis di situ,” ucapnya.

Ketua Frakasi PAN DPR RI ini mendukung langkah bijak pemerintah tersebut.

Ia menilai, keputusan pemerintah merupakan kebijakan yang pro terhdap rakyat hingga menutup fitnah adanya kecurigaan dalam bisnis tersebut.

"Jadi tidak ada lagi apa namanya katakanlah kecurigaan dan dugaan yang mungkin tidak bertanggung jawab katakan pemerintah mendukung bisnis di balik swab tes PCR ini, jadi sudah klir,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya