Berita

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama Politisi senior Golkar Akbar Tandjung saat hadiri Webinar yang digelar CSIS/Repro

Politik

PDIP Usul Pemilu 2024 Gunakan Sistem Proporsional Tertutup

SENIN, 01 NOVEMBER 2021 | 15:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sistem pemilihan umum (Pemilu) 2024 diusulkan oleh PDI Perjuangan agar menggunakan proporsional tertutup.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat menjadi narasumber dalam webinar yang diselenggarakan CSIS bertajuk "Menimbang Sistem Pemilu 2024: Catatan dan Usulan" Senin siang (1/11).  

"Kalau dari kami mengusulkan, ya karena peserta Pemilu adalah partai politik, ya proposional tertutup," ujar Hasto.


Hasto justru bertanya-tanya, sistem Pemilu Proporsional Terbuka itu apakah membawa banyak manfaat atau mudaratnya yang kemudian lebih banyak. Sebab, pada Pemilu 2024 nanti itu Pileg Pilpres digelar secara serentak.

"Ini yang harus kita lihat kembali. Kalau dari kami mengusulkan, ya karena peserta Pemilu adalah partai politik, ya proposional tertutup," tegaskan.

Selain itu, sekalipun Proposional Terbuka itu justru akan mengeliminir tokoh-tokoh yang sangat kuat terhadap pemahaman sistem politik, fungsi legislasi, akan kalah oleh aspek elektoral.

"Sehingga, hal-hal seperti ini kemudian menjadi sisi-sisi negatif dari proporsional terbuka. Kalau kami sejak awal mengusulkan tertutup," pungkasnya.

Turut hadir dalam webinar tersebut antara lain Politikus Senior Akbar Tandjung Ketua Komisi II DPR RI fraksi Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Direktur Eksekutif CSIS Philips J. Vermonte.

Kemudian, Komisioner KPU Viryan Aziz, dan Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya