Berita

Presiden Joko Widodo dan miniatur kereta cepat/Net

Politik

Fadli Zon: Kereta Cepat Bisa Dibilang Sebuah Skandal yang Harus Diinvestigasi Serius

MINGGU, 31 OKTOBER 2021 | 06:34 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang kini mengalami pembengkakan anggaran dinilai sudah bermasalah sejak awal dicanangkan.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengingatkan bahwa proyek ini tidak memiliki urgensi serius di awal pencanangan. Namun demikian, proyek terkesan dipaksakan, sehingga terjadi beragam masalah di kemudian hari.

“Proyek kereta cepat sejak awal sudah bermasalah. Tak ada urgensi tapi dipaksakan,” ujar Fadli lewar akun Twitter pribadinya, Sabtu malam (30/10).


Di awal pencanangan disebut bahwa pembuatan kereta cepat tidak akan melibatkan APBN. Alasannya karena proyek ini menekankan skema business to business.

Namun belakangan, anggaran membengkak dari 6,07 miliar dolar AS menjadi 8,6 miliar dolar AS. Buntutnya, pemerintah setuju ada pelibatan APBN.

“Lalu biaya membengkak seenaknya, mangambil APBN. Ini bisa dibilang sebuah skandal. Harus ada investigasi serius,” tegasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya