Berita

Presiden Joko Widodo saat akan berangkat ke KTT G20 di Roma, Iitalia/Ist

Politik

Pulang dari KTT G20, Jokowi Disarankan Legawa Hadapi Situasi Terburuk

MINGGU, 31 OKTOBER 2021 | 03:36 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pekan ini di Jakarta dan sejumlah kota, tengah marak aksi unjuk rasa yang menuntut Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin mundur karena dinilai gagal menyejahterakan rakyat.

Pengamat sosial dan politik, Adian Radiatus menilai, tuntutan mundur dari kaum buruh dan mahasiswa serta emak-emak tersebut mengindikasikan kondisi negara sudah semakin rentan.

"Dengan kondisi seperti ini, kredibilitas eksistensi pemerintahan  cenderung akan 'macet parah' disana-sini," kata Adian dalam keterangannya yang diterima Kantor Berita RMOLJakarta, Sabtu (30/10).


Adian menyarankan Presiden Jokowi segera mempersiapkan diri menghadapi situasi terburuk atas pemerintahannya sepulang dari KTT G20.

"Presiden harus berani legawa bila eskalasi suara rakyat terus meningkat di berbagai ruang  publik, medsos, dan di jalan raya demokrasi," imbuh Adian.

Menurut Adian, Presiden Jokowi jangan lagi menarik-narik kekuatan internal yang sudah semu setelah mereka mulai menyadari situasi negara yang nyaris bagai kapal layar terbentur karang besar.

"Sekarang ini sebagian kapal Jokowi dindingnya mulai retak-retak menyisip air yang akan menenggelamkannya. Air itu dalam realita adalah angka utang seenaknya dan korupsi tanpa jeda," demikian Adian.

Sejak Sabtu (30/10) Presiden Jokowi menghadiri KTT G20 di Roma, Italia. KTT G20 di antaranya akan membahas penanganan Covid-19, pemulihan ekonomi, dan perubahan iklim.

Selain Presiden Jokowi, pemimpin dunia yang akan hadir dalam KTT G20 di antaranya Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Jokowi juga akan melakukan beberapa agenda di luar KTT G20. Dia akan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan enam pimpinan negara yakni pertemuan dengan pemimpin dari Australia, Prancis, India, Turki, Italia, dan Bank Dunia.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya