Berita

Teddy Sulistio mengungkap mahar politik di tubuh PDIP/RMOLJateng

Politik

Ungkap Mahar Politik di PDIP, Teddy Sulistio: Silakan Buktikan Cocote Teddy

MINGGU, 31 OKTOBER 2021 | 01:49 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebuah pengakuan mengejutkan diungkap Ketua DPC PDIP Kota Salatiga, Teddy Sulistio. Politikus yang sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai Ketua DPC PDIP Salatiga ini mengungkap dugaan adanya mahar politik yang diminta oknum petinggi partai banteng.

Kepada wartawan, Teddy mengaku pernah dimintai mahar Rp500 juta jika ingin menjabat sebagai Ketua DPRD Salatiga tiga periode.

"Ketua DPRD enggak boleh tiga periode. Sementara (Ketua) DPC lain, boleh tiga periode. Saya disuruh (bayar mahar) tiga periode belum tentu mau, kalau maharnya 500 juta saya duit darimana," tulis Teddy Sulistio dalam pengakuannya kepada Kantor Berita RMOLJateng, Jumat (29/10).


Bung Teddy, sapaan akrabnya, juga mengaku bahwa dalam setiap agenda rekomendasi Pilkada Salatiga, sebagai motor penggerak partai yang membawahi ratusan ribu massa militan Moncong Putih, dirinya tidak pernah dilibatkan. Dalam hal ini, minimal dimintai pendapat.

Termasuk ketika Pilkada Rudi Dance beberapa waktu silam bersama enam DPC lain, DPD PDIP Jateng tidak pedulikan kondisi di lini bawah Salatiga.  

"Rekomendasi pilkada, saya ketua enggak pernah diajak rembugan. Perlu diketahui, hasil survei DPD Yaris 75 persen faktanya selisih hanya 0,9 persen dan beban utang sampai sekarang Mas Pri (Supriyanto-almarhum) yang sudah meninggal saja masih menanggung," beber putra sulung politikus senior PDIP, Djatmiko Wardoyo (almarhum) dan Sri Utami Djatmiko itu.

Dia melanjutkan, ketika 10 hari setelah Pilkada Salatiga, Teddy mengaku dirinya diperintah Ketua DPD PDIP Bambang Wuryanto (Bambang Pacul) membantu Pilkada Ahok-Jarot.

"'Komandan Pacul' minta saya bantu Pilkada Ahok-Jarot putaran kedua. Dan saya memenangkan 90 persen dari target dengan dana ratusan juta yang keluar," ungkapnya, tanpa tedeng aling-aling.

Ia mempersilakan sejumlah pihak untuk membuktikan omongannya itu, karena memang apa yang ia sampaikan adakah fakta yang selama ini tersimpan rapi.

"Silakan dibuktikan cocote Teddy, cah kere kae bener pora (anak miskin itu benar apa tidak). Nak ra bener manut digawe moncrot. Nak bener memang demikianlah seharusnya," ujarnya.

Tak hanya itu, ia pun membantah apa yang diutarakan ke Kantor Berita RMOLJateng soal keputusan pengunduran dirinya sebagai curhatan sakit hati.

Dia menegaskan hanya ingin membuka tabir kebusukan partai besar agar tidak digerogoti "tikus-tikus" partai yang semata-mata mencari kepuasan pribadi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya