Berita

Anggota Komisi IX DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kurniasih Mufidayati/Repro

Politik

Sentil Pemerintah Soal Tes PCR, PKS: Kalau DPR Reses Ada Aja Kebijakan Baru

SABTU, 30 OKTOBER 2021 | 14:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah disindir terkait kebijakan mewajibkan tes polymerase chain reaction (PCR) di harga Rp 275 ribu- Rp 300 ribu yang berlaku 3x24 jam saat DPR tengah menjalani masa reses.

Sindiran itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kurniasih Mufidayati saat menjadi narasumber dalam diskusi POLEMIK bertajuk 'Ribut-Ribut PCR' yang digelar secara daring pada Sabtu siang (30/10).

"Ya memang kalo kita reses ada aja kebijakan baru nih. Pokoknya kalo reses ada aja kebijakan barunya ini," kata Mufida.


Namun begitu, Politikus PKS ini menegaskan bahwa Komisi IX DPR akan menindaklanjuti kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada kondisi perekonomian rakyat di masa pandemi ini di rapat Komisi nanti. Masa reses DPR sendiri akan berakhir pada Minggu (31/10) besok.

"Makannya ini sudah kita agendakan insyaAllah tanggal 1 November kan sudah masuk masa sidang, kita sudah agendakan bersama-sama teman di komisi untuk mengagendakan untuk merapatkan hal ini," tegasnya.

Komisi IX DPR sebagai mitra pemerintah di bidang kesehatan, kata Mufida, belum memberikan sikap resmi terkait penerapan syarat dan harga tes PCR. Sejauh ini, baru pandangan-pandangan pribadi bukan fraksi di Komisi IX.

"Ya karena kita masih dalam masa reses, ya kita masih pandangan-pandangan kita dulu, secara umum sih ya kalo kita ngobrol-ngobrol sama teman-teman di komisi IX lainnya, semua merasa keberatan," tandasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya