Berita

Mantan Presiden Liberia Charles Taylor, tengah, bersiap untuk menaiki pesawat Nigeria untuk berangkat ke pengasingan di Nigeria pada 11 Agustus 2003/Net

Dunia

Tak Mendapat Tunjangan Jabatan Selama Puluhan Tahun, Keluarga Mantan Presiden Charles Taylor Tuntut Pemerintah Liberia

SABTU, 30 OKTOBER 2021 | 12:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keluarga mantan Presiden Liberia, Charles Taylor, mendesak pemerintah untuk membayarkan tunjangan konstitusional yang menurut mereka belum pernah dibayarkan oleh pihak berwenang sejak Taylor mengundurkan diri dan pergi ke pengasingan di Nigeria pada 2003.

Pihak keluarga telah mengajukan keluhan di Pengadilan Badan Regional Afrika Barat, Ecowas, memastikan bahwa pemerintah Liberia harus membayar 'utang' tersebut.

Keluhan keluarga ini mendapat dukungan dari mantan ketua Partai Patriotik Nasional, Cyril Allen. Langkah yang diambil keluarga Taylor sudah tepat. Taylor sudah sepatutnya mendapatkan hak-haknya, karena pemerintah belum menunjukkan itikad baik.


"Ini bukan soal nilai uangnya, tetapi ini soal hak. Ini adalah hukum. Pemerintah harus membayar hak Taylor!" katanya seperti dikutip dari BBC, Sabtu (30/10).

Ia pun menyarankan agar keluarga dan otoritas terkait melakukan negosiasi.

Saat ini, kondisi perekonomian negara di Afrika Barat itu memburuk, terutama saat ini ketika pandemi menggerus perekonomian negara itu. Namun, negara tetap perlu menghormati hak-hak masyarakatnya, menurutnya.
"Harus ada negosiasi dan diskusi terkait hukum," ujar Allen.

Di bawah hukum Liberia, mantan pejabat tinggi mendapat tunjangan tertentu setiap tahun yang dibayarkan secara berkala.

Seorang anggota tim pembela Taylor mengatakan kepada BBC sebelum keluarga itu menuju ke pengadilan Ecowas bahwa mereka telah memperdebatkan kasus ini di hadapan majelis penuh Mahkamah Agung sebanyak dua kali, yaitu pada 2014 dan 2018, tetapi belum ada keputusan hingga saat ini.

Charles Ghankay Taylor, saat ini berusia 73 tahun, adalah Presiden Liberia ke-22. Sepanjang masa jabatannya ia menghadapi 11 tuntutan, antara lain mendukung pemberontakan dalam perang saudara di Sierra Leone yang berlangsung selama satu dekade. Ia menjalani hukuman

Pengadilan kejahatan perang PBB menjatuhkan vonis 50 tahun penjara terhadapnya. Pengadilan menganggap Taylor terbukti bersalah membantu dan bersekongkol dengan pemberontak Sierra Leone selama perang saudara 1991-2002.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya