Berita

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi/Net

Politik

Hukum Mati Koruptor Penting Ditegakkan, Asal Bebas Intervensi Kekuasaan Singkirkan Lawan Politik

JUMAT, 29 OKTOBER 2021 | 14:23 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penerapan hukuman bagi para koruptor sangat penting ditegakkan asal terbebas dari intervensi kekuasaan untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menanggapi kajian yang sedang dilakukan Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin yang juga didukung oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri.

"Hukum mati koruptor penting ditegakkan dan diterapkan," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (29/10).


Akan tetapi kata Muslim, yang sering menjadi persoalan datang dari pengadilan. Karena selama ini, banyak vonis yang lebih rendah dari tuntutan.

"Tapi yang jadi soal adalah, pengadilan kasus-kasus koruptor selama ini sudah murni, adil dan jujur? Ini dulu yang perlu dipersoalkan, didudukan secara cermat dan seksama," kata Muslim.

Dan yang lebih utama kata Muslim, hukuman mati bagi koruptor harus bebas dari intervensi kekuasaan agar penerapan hukum tersebut tidak mengandung unsur-unsur permainan politis untuk menyingkirkan lawan-lawan politik secara sistematis.

"Kalau penerapan hukum mati koruptor yang tidak adil dan jujur dikhawatirkan berdampak HAM dan jadi sorotan dunia internasional," pungkas Muslim.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya