Berita

Truk yang membawa botol bir kosong berisi obat-obatan terlarang/Net

Dunia

Polisi Laos Gagalkan Penyelundupan Narkotika Terbesar dalam Sejarah Asia di Wilayah Segitiga Emas

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 15:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penyelundupan lebih dari 55 juta tablet amfetamin dan lebih dari 1,5 ton kristal metamfetamin berhasil digagalkan polisi Laos di wilayah Segitiga Emas pada Rabu (27/10) waktu setempat.

Dua sumber keamanan di Thailand mengkonfirmasi hal itu pada Kamis (28/10), dalam apa yang dikatakan PBB sebagai penggerebekan narkoba terbesar di Asia.

Penyelundupan jutaan barang haram itu berhasil digagalkan saat polisi Laos pada Rabu menghentikan sebuah truk yang membawa peti bir di Bokeo utara, yang berbatasan dengan Thailand dan Myanmar, kata dua sumber kepada Reuters.


Jeremy Douglas, perwakilan regional Asia Tenggara untuk Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) mengatakan penemuan itu sebagai yang terbesar di Asia.

"Sejauh ini merupakan penyitaan terbesar dalam sejarah Asia Timur dan Tenggara," katanya.

Penggerebekan pada hari Rabu menyusul penyitaan 16 juta tablet amfetamin dalam dua penggerebekan terpisah di area yang sama selama periode satu minggu oleh polisi Laos.

Segitiga Emas - wilayah timur laut Myanmar yang bertemu dengan bagian Thailand dan Laos - memiliki sejarah panjang sebagai daerah penghasil obat utama.

Ini telah berfungsi sebagai pusat produksi besar-besaran untuk stimulan jenis amfetamin, terutama metamfetamin, yang digunakan oleh sindikat kejahatan Asia dengan jaringan distribusi sampai ke Jepang dan Selandia Baru.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya