Berita

Korean Center Kantor Berita Politik RMOL menyelenggarakan webinar internasional untuk membahas soal masa depan hubungan ASEAN dan Korea Selatan di bawah payung New Southern Policy/RMOL

Dunia

Menteri, Diplomat, Akademisi dan Legislator Akan Bahas Masa Depan Hubungan ASEAN-Korea Selatan Dalam Webinar Internasional RMOL

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 15:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Selatan menjalin hubungan yang spesial dengan negara-negara ASEAN. Terlebih sejak tahun 2017 lalu, negeri ginseng meluncurkan kebijakan yang disebut dengan New Southern Policy (NSP) yang bertujuan untuk memperkuat hubungan Korea Selatan dengan negara-negara ASEAN serta India di level yang setara dengan empat negara kekuatan dunia, yakni Amerika Serikat, China, Jepang dan Rusia.

Indonesia memiliki tempat tersendiri bagi Korea Selatan. Pasalnya, NSP diumumkan saat Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berkunjung ke Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Moon juga mengumumkan soal peningkatan hubungan Korea Selatan dengan Indonesia ke tingkat Special Strategic Partnership.

Kini setelah hampir empat tahun diluncurkan, Korean Center Kantor Berita Politik RMOL hendak merayakan serta melihat lebih dekat perkembangan yang terjadi dalam hal hubungan antara Korea Selatan dan ASEAN di bawah payung NSP dari tiga aspek utama yang menjadi prinsip dasar NSP, yakni prosperity, people, and peace.


Pada Selasa (2/11), Korean Center RMOL akan menggelar webinar internasional dengan tema utama "ASEAN-Korea Cooperation Onwards; Outlining ROK's Advanced Policy in ASEAN". Webinar internasional ini akan dilakukan secara hybrid, di mana sebagian besar pembicara dan narasumber serta sejumlah partisipan akan hadir secara fisik di Roemah Djan, Jakarta. Selain itu, partisipan juga bisa hadir melalui virtual room di Zoom.

Webinar internasional ini akan dibuka dengan opening speech dari Dutabesar Korea Selatan untuk ASEAN Lim Sung Nam, Dutabesar Indonesia untuk Korea Selatan yang baru saja ditunjuk Gandi Sulistyanto dan Ketua Centre for Dialogue and Cooperation Among Civilizations (CDCC) Din Syamsuddin. Kemudian akan dilanjutkan dengan keynote speech dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Acara kemudian akan dilanjutkan dengan tiga sesi webinar yang fokus pada tiga prinsip utama NSP, yakni prosperity, people, and peace. Sesi pertama akan membahas sub-tema "NSP as an Economy Revival Strategy in Pandemic Era" bersama dengan Minister Counselor dari Misi Korea Selatan untuk ASEAN Baek Yong Jin serta Mantan Dutabesar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi.

Sesi kedua akan membahas sub-tema "The Korean Spirit: Rise in the Crisis" bersama dengan dua akademisi dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali An Sun-geun dan Rahmi Fitriyanti.

Sesi ketiga akan membahas sub-tema "NSP Legacies for a Prosperous and Stable ASEAN Region" bersama dengan Dekan FISIP Universitas Padjajaran Bandung Widya Setiabudi dan Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono.

Sebagai penutup, juga akan diumumkan para pemenang dari essay writing competition yang telah lebih dulu diselenggaran oleh Korean Center RMOL bagi para mahasiswa di Indonesia untuk menggali daya kritis, meningkatkan kepedulian dan mendekatkan mahasiswa pada isu hubungan antara Korea Selatan dan ASEAN.

Webinar internasional ini terbuka untuk umum. Partisipan dapat ikut bergabung di ruang virtual melalui Zoom dengan cara mendaftarkan diri terlebih dahulu di bit.ly/WebinarASEANKorea. Setelah mengisi formulir pendaftaran online, partisipan akan dikirimkan pemberitahuan lebih lanjut mengenai link untuk ruang virtual tersebut.

Ini adalah kali kedua Korea Center RMOL menyelenggarakan acara webinar internasional untuk melihat lebih dekat hubungan antara Korea Selatan dan ASEAN di bawah payung NSP. Di bulan November tahun 2020 lalu, Korean Center RMOL juga menyelenggaran kegiatan serupa dengan tema "ASEAN-Korea: Cooperation Upgrade" yang dihadiri oleh sejumlah akademisi, diplomat, pejabat publik, media serta lebih dari 300 partisipan di ruang virtual Zoom. Acara tersebut diliput oleh media-media di Indonesia serta Korea Selatan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya