Berita

Presiden Joko WIdodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani/Net

Politik

Di Hari Sumpah Pemuda, Humanika Desak Pemerintah Stop Utang dan Batalkan Proyek Ambisius

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 12:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemuda selalu hadir sebagai garda terdepan pelopor perubahan dan sekaligus penyelamat bangsa dalam berbagai catatan sejara negeri ini.

Beragam peristiwa mulai dari Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, Kemerdekaan 1945, Kesaktian Pancasila 1966 hingga Reformasi 1998, digerakkan oleh pemuda.

Begitu tegas Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Syaroni H. Amin kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Kamis (28/10).


“Hari ini merupakan peringatan 93 tahun Sumpah Pemuda. Dalam momen penting ini perlu mencermati posisi dan kondisi negara Indonesia pada saat ini,” tegasnya.

Syaroni mengurai bahwa berdasarkan data yang dihimpun oleh Himanika, disimpulkan bahwa Indonesia sedang dalam kondisi yang memprihatinkan. Sejumlah persoalan melilit dan butuh jalan keluar.

Per September 2021, utang menumpuk mencapai Rp 6.711,52 triliun. Utang tersebut bersumber dari Surat Berharga Negara (SBN) dengan bunga yang cukup tinggi dan juga dari pinjaman.

Sebagai perbandingan, kupon/bunga SBN saat ini mencapai 6,15 persen. Sementara negara-negara ASEAN menetapkan bunga yang jauh lebih rendah, yakni Singapura 1,77 persen, Malaysia 3,6 persen, Vietnam 2,13 persen, dan sebagainya.

“Perbandingan lainnya, suku bunga BI juga hanya 3,5 persen dan bunga deposito perbankan hanya 2,68 persen. Maka wajar jika SBN selalu diserbu oleh investor, karena bunganya yang terlalu ketinggian,” terang Syaroni.

Dia mengingatkan bahwa utang membengkak berkonsekuensi terhadap membesarnya biaya bunga yang harus dibayar. Pada 2021 ini, APBN harus mengalokasikan biaya bunga sebesar Rp 366,2 triliun. Sementara pada 2022 naik menjadi 405,87 triliun.

“Tidak hanya negara yang terlilit utang, sejumlah BUMN juga terjebak dalam kubangan utang. Bahkan sejumlah BUMN strategis, seperti Garuda Indonesia, sedang diambang kebangkrutan dengan lilitan utang mencapai Rp 98,79 triliun,” urainya.

Namun, sambung Syaroni, melonjaknya utang dan bunga utang ternyata belum mampu mewujudkan kesejahteraan untuk rakyat. Sebaliknya, angka kemiskinan dan pengangguran melonjak naik. Sementara UMKM banyak yang gulung tikar.

Atas dasar itu, Koordinator Presidium PP Humanika Sobarul Fajar mengeluarkan 4 desakan. Pertama, stop utang baik utang SBN maupun pinjaman.

Menurutnya, SBN dengan bunga yang tinggi menjadi biang keladi tersedotnya uang dari perputaran perekonomian, turunnya kredit perbankan serta terganggunya penguatan sektor riil.

Selain itu, bunga yang tinggi telah menjadi beban APBN. Dana yang seharusnya untuk mensejahterakan rakyat terpaksa dialokasikan untuk membayar bunga hutang.
 
“Kedua, perlu moratorium dan bahkan pembatalan proyek-proyek ambisius. Saat ini tidak tepat memaksakan proyek ambisius yang didanai dari utang. Sebaiknya dana dari utang dipergunakan menambah bantuan sosial untuk rakyat dan memperkuat usaha UMKM,” sambung Sobarul.

Ketiga, selamatkan BUMN strategis. Akibat salah kelola dan lilitan utang, sejumlah BUMN terancam bangkrut. Harus ada upaya penyelamatan terhadap BUMN strategis tersebut dan secara paralel melakukan penindakan secara tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas bangkrutnya BUMN. Pengelola BUMN baik komisaris/direksi perlu perlu ditindak secara pidana.

“Terakhir, percepatan penyitaan aset pengemplang BLBI Rp110 triliun. Aset-aset pengemplang BLBI bisa menjadi alternatif pemasukan negara. Karena itu, penyitaan aset pengemplang BLBI harus dilakukan secara serius, cepat, dan transparan,” tutupnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya