Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Saudi Tunjuk Asosiasi Al-Qard al-Hassan sebagai Organisasi Teroris

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 06:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kerajaan Arab Saudi menetapkan Asosiasi Al-Qard al-Hassan (AQAH) sebagai organisasi teroris karena ikut andil membiayai kelompok militan Hizbullah Lebanon yang didukung Iran.

Keputusan Presidensi Keamanan Negara itu dilaporkan kantor berita negara SPA pada Rabu (27/10), waktu setempat.

Saudi juga membekukan semua aset AQAH di dalam Kerajaan dan melarang transaksi langsung atau tidak langsung dengan asosiasi oleh lembaga keuangan, bisnis, dan orang-orang.


"Asosiasi tersebut diketahui bekerja untuk mengelola dana untuk Hizbullah dan pembiayaannya, termasuk mendukung tujuan militer," isi pernyataan yang dikeluarkan Presidensi Keamanan Negara, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Kamis (28/10).

Tindakan hukum akan diambil terhadap semua orang yang ditemukan memiliki hubungan dengan asosiasi di atas, atau mereka yang bertanggung jawab atas itu.

AS telah lebih dulu menetapkan perusahaan keuangan Al-Qard al-Hassan di Beirut sebagai organisasi teroris pada 2007 atas perannya memberikan dukungan keuangan kepada Hizbullah.

Departemen Keuangan AS pernah mengungkapkan bahwa AQAH menyamar sebagai organisasi non-pemerintah (LSM) di bawah naungan lisensi LSM yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Penunjukan Arab Saudi atas Al-Qard al-Hassan sebagai organisasi teroris terjadi beberapa hari setelah ketegangan antara Kerajaan dengan Lebanon atas komentar yang dibuat oleh Menteri Informasi Lebanon George Kordahi tentang Arab Saudi dan keterlibatan UEA dalam perang Yaman.

Kordahi mengatakan bahwa Houthi Yaman yang didukung Iran membela diri dan menggambarkan perang di Yaman sebagai sia-sia.

Menyusul pernyataan Kodahi, Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Kuwait memanggil utusan Lebanon sebagai protes atas komentarnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya