Berita

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani/Net

Politik

Hasto Kalau Mau Jadi Jubir Presiden Tak Apa, Cuman Kenapa Harus Bawa-bawa SBY?

RABU, 27 OKTOBER 2021 | 19:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kesan menyindir dari pernyataan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang menyebut komunikasi politik Presiden tidak bisa dilakukan dengan mengarang lagu atau menulis buku tebal, direspon santai oleh Partai Demokrat.

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menyatakan, pihaknya berbaik sangka bahwa statement Hasto itu adalah insinuasi terhadap Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebab menurutnya, tidak pas dan tidak relevan jika pernyataan anak buah Megawati Soekarnoputri itu ditujukan untuk SBY


"Kekosongan posisi Jubir Presiden, ini sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden Jokowi. Kami akan menghargai dan menghormati keputusan Presiden Jokowi siapapun nantinya yang akan dipilih dan ditugaskan, termasuk jika Hasto yang mendapatkan penugasan tersebut," kata Kamhar dalam keterangannya yang diterima redaksi, Rabu petang (27/10).

Kamhar menegaskan, adalah benar bahwa SBY memiliki karya tulis berupa buku dan karya seni, tidak hanya lagu, saat ini juga SBY kerap berkarya menghasilkan lukisan yang indah dan estetis.

"Ini bakat luar biasa sekaligus tanda keseimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang optimal dari Pak SBY. Menjadi tak relevan sindiran Hasto jika dikaitkan dengan keberadaan Jubir kepresidenan," tegasnya.

Terlebih, sambungnya, walaupun bukan SBY yang pertama menggunakan Jubir Kepresidenan, namun, di era SBY-lah peran Jubir Kepresidenan menjadi sangat populer kala itu. Ada Andi Mallaranggeng, Dino Pati Jalal di periode pertama SBY. Lalu, ada Julian Aldrian Pasha diperiode kedua.

"Mereka adalah intelektual-intelektual terkemuka dengan reputasi dan capaian yang mendapatkan pengakuan nasional dan internasional," katanya.

Maka dari itu, Kamhar menyatakan bahwa PArtai Demokrat berbaik sangka merespon pernyataan Hasto tersebut, karena jika dialamatkan ke SBY pun itu hanya semakin menegaskan bahwa Hasto insecure dan gagal move on.

Kamhar menegaskan pihaknya berpegang pada fatsun etika politik berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, kata Kamhar penguasa yang sedang berkuasa sejatinya tidak patut dan tak pantas untuk menjelek-jelekkan penguasa pendahulunya.

Termasuk, sebagaimana dulu ditunjukkan di masa Pemerintahan SBY yang tak pernah menghakimi apalagi menjelek-jelekkan pemerintahan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri.

"Negara dan rakyat kita sedang diterpa berbagai persoalan akibat pandemi Covid-19, semestinya semua elemen bangsa bersinergi dan berkolaborasi mengatasi persoalan yang ada, bukan malah sebaliknya," tuturnya.

"Semoga Hasto terbuka hati dan pikirannya untuk mewujudkan suasana yang lebih teduh dan kondusif," demikian Kamhar.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya