Berita

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi/Repro

Politik

Mayoritas Generasi Muda Minta Pemerintah Berbuat Lebih Banyak untuk Atasi Perubahan Iklim

RABU, 27 OKTOBER 2021 | 17:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

RMOL. Perubahan iklim menjadi satu persoalan yang ikut disoroti generasi Z dan milenial di Indonesia. Mereka berharap pemerintah bisa melakukan upaya berkelanjutan dalam rangka mengatasi perubahan iklim atau climate change.

Begitu temuan survei Indikator Politik Indonesia bersama Yayasan Indonesia Cerah, bertajuk "Persepsi Pemilih Muda dan Pemula (Gen Z dan Millenial) atas Permasalahan Krisis Iklim di Indonesia" yang dirilis pada Rabu siang (27/10).

"Mayoritas menilai pemerintah kita harus berbuat lebih banyak untuk mengatasi perubahan iklim," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, saat memaparkan hasil surveinya.


Gen Z dan Millenial yang disurvei ini berada dalam rentang usia 17-26 tahun dan usia 27-35 tahun. Kedua kelompok usia ini tidak ada perbedaan signifikan dalam melihat langkah pemerintah untuk mengatasi perubahan iklim.

"80 persen responden menilai pemerintah kita harus berbuat lebih banyak untuk mengatasi perubahan iklim," ujar Burhanuddin Muhtadi.

Sementara, yang menilai pemerintah Indonesia cukup melakukan tindakan untuk mengatasi perubahan iklim hanya 13 persen. Lalu, yang menilai pemerintah Indonesia sudah terlalu banyak melakukan tindakan untuk mengatasi perubahan iklim tercatat 4 persen.

"Sisanya, 3 persen tidak menjawab atau tidak tahu," tutupnya.

Survei kolaborasi antara Indikator Politik Indonesia dan Yayasan Indonesia Cerah ini digelar pada medio 9-16 September 2021.  

Survei menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 4.020 responden dari 34 provinsi di Indonesia yang berusia 17-35 tahun, dengan toleransi kesalahan (margin of eror/MoE) sekitar kurang lebih 2.7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya