Berita

Demo massa mengatasnamakan Forum Mahasiswa Papua di depan Gedung DPRD Makassar/Repro

Nusantara

Demo Mahasiswa Papua Merdeka Dibubarkan Ormas di Makassar

RABU, 27 OKTOBER 2021 | 11:41 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Aksi demo yang dilakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mengatasnamakan Forum Mahasiswa Papua di depan Gedung DPRD di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Selasa kemarin (26/10) mendapat penolakan dari ormas setempat.

Pembubaran pun dilakukan oleh ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI) dan Laskar Merah Putih (LMP).

Kordinator BMI, Julkifli mengatakan, pembubaran forum mahasiswa pimpinan Yakobus Tagi tersebut dilakukan karena massa tidak memiliki izin dari pihak aparat, apalagi saat ini kota Makassar masih dalam masa pandemi Covid-19.


"Aksi KNPB dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) selama ini juga telah mengganggu stabilitas keamanan di Makassar dan cenderung memprovokasi mahasiswa Papua lainnya sehingga mereka tidak melanjutkan kuliahnya," kata Julkifli dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/10).

Hal senada juga disampaikan Arsyad, salah satu tokoh masyarakat yang turut membubarkan aksi KNPB dan AMP kemarin.

"Kami masyarakat di Kota Makassar mendukung pembubaran aksi mahasiswa tersebut, apalagi ada simbol-simbol Papua merdeka. Kami warga kota Makassar cinta NKRI, selain itu Makasaar juga masih dilanda pandemi Covid-19," jelas Arsyad.

Massa BMI dan LMP dengan jumlah massa sekitar 30 orang membubarkan aksi mahasiswa Papua dan sempat terjadi insiden di lapangan pada Selasa kemarin (27/10).

Bahkan akibat insiden tersebut, Wakapolsek Rappocini, AKP Widodo menjadi korban pelemparan batu saat mengamankan aksi demo yang terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Widodo pun saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya