Berita

Perdana Menteri Abdalla Hamdok /Net

Dunia

Jubir Kremlin: Rusia Memiliki Perhatian Lebih terhadap Sudan, Ikut Prihatin atas Situasi Kudeta

RABU, 27 OKTOBER 2021 | 11:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Rusia menyuarakan keprihatinannya tentang situasi di Sudan setelah kudeta yang terjadi dan meminta pihak terkait negara itu untuk menahan diri.

Keprihatinan tersebut disampaikan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan di Moskow.

“Kami ingin melihat situasi di negara itu kembali ke tatanan konstitusional sesegera mungkin. Tentu saja, kami meminta semua pihak untuk menahan diri,” kata Peskov, seperti dikutip dari The Moscow Times, Rabu (27/10).


Orang-orang Sudan harus memutuskan masa depannya sendiri, dan penyelesaian konflik harus segera dilakukan sesegera mungkin untuk tanpa harus mengorbankan nyawa lebih banyak.

Peskov mengatakan bahwa Rusia memiliki perhatian lebih terhadap Sudan dan terus memantau perkembangan di sana termasuk kudeta memperihatinkan.

Kepala dewan militer yang berkuasa di Sudan, Jenderal Abdel-Fattah al-Burhan, pada Senin mengumumkan keadaan darurat dan membubarkan dewan kedaulatan transisi dan pemerintah.

Langkah itu dilakukan beberapa jam setelah pasukan militernya menangkap Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan menteri-menteri dalam pemerintahan sipil.

Al-Burhan juga mengumumkan penangguhan beberapa ketentuan dokumen konstitusi yang menguraikan transisi politik di Sudan.

Menurut Kementerian Informasi Sudan, militer menahan Hamdok Senin pagi setelah dia menolak untuk mendukung apa yang digambarkan sebagai "kudeta".

Setelah kudeta militer yang gagal bulan lalu, ketegangan yang mendalam antara militer dan pemerintah sipil meletus di Sudan di tengah protes saingan baru-baru ini di Khartoum.

Sudan dikelola oleh Dewan Berdaulat otoritas militer dan sipil, yang mengawasi periode transisi hingga pemilihan yang dijadwalkan pada 2023, sebagai bagian dari pakta pembagian kekuasaan yang genting antara militer dan koalisi Pasukan untuk Kebebasan dan Perubahan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya