Berita

Ilustrasi F-16/Net

Dunia

Demi Keamanan, Parlemen AS Desak Joe Biden Tak Jual Jet Tempur F-16 ke Turki

RABU, 27 OKTOBER 2021 | 08:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lewat sebuah surat yang ditujukan kepada kepada Presiden Joe Biden dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken, sebelas anggota Parlemen AS mendesak pemerintah agar tidak menjual jet tempur F-16 ke Turki.

Dipimpin Perwakilan Republik Nicole Malliotakis dan Perwakilan Demokrat Carolyn Maloney, mereka mengungkapkan keprihatinan atas laporan penjualan F-16 ke Turki dan mengatakan mereka yakin Kongres akan memblokir pembelian semacam itu.

“Menyusul pengumuman Presiden Recep Tayyip Erdogan pada September bahwa Turki akan membeli tahap tambahan sistem pertahanan rudal S-400 Rusia, kami tidak dapat mengkompromikan keamanan nasional kami dengan mengirimkan pesawat buatan AS ke sekutu perjanjian yang terus berperilaku seperti musuh,” tulis anggota parlemen, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (27/10).


“Selama Presiden Erdogan memajukan proyek ekspansionisnya di Mediterania Timur, Turki akan terus mengancam keamanan nasional kami dan keamanan sekutu terdekat kami di kawasan itu—Yunani, Israel, dan Siprus," lanjutnya.

“Kami mendesak Anda untuk bertindak demi kepentingan nasional kami dan demi stabilitas di Mediterania Timur dengan menolak untuk memperkuat persenjataan jet tempur Turki yang sudah tua, dan kami berharap untuk menerima tanggapan Anda,” tambah mereka.

Amerika telah menghapus Turki dari program tempur serangan gabungan F-35 pada 2019 karena kekhawatirannya karena pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia oleh Ankara.

Awal bulan ini Erdogan mengatakan bahwa negaranya sedang dalam tahap pembicaraan dengan AS untuk membeli jet tempur F-16, bukan F-35.

Namun, AS tidak mengonfirmasi bahwa pihaknya menawarkan Turki penjualan jet tempur F-16 tetapi mengatakan bahwa pihaknya belum membuat tawaran pembiayaan untuk pesawat tempur tersebut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya