Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kelebihan Produksi, Taiwan Bakal Sumbangkan Vaksin Medigen Buatannya ke Luar Negeri

SELASA, 26 OKTOBER 2021 | 15:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produksi vaksin Covid-19 buatan Taiwan, Medigen, diperkirakan akan mengalami surplus atau kelebihan. Oleh karena itu, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Chen Shih-chung mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa Taiwan akan menyumbangkan kelebihan itu ke negara lain.

Menurut Chen, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) menandatangani kontrak untuk 5 juta dosis vaksin Medigen serta kontrak terbuka untuk 5 juta dosis lainnya.

Dengan 1,36 juta dosis yang sekarang diberikan dan 2,23 juta dosis masih dalam persediaan, Chen mengatakan kepada Legislator Kao Hung-an, Hung Meng-kai, bahwa pesanan 5 juta dosis kedua mungkin tidak akan berlaku.


"3,64 juta dosis vaksin Medigen yang saat ini tidak digunakan dari pesanan berakhir dalam enam bulan, dan Depkes tidak mengesampingkan kemungkinan untuk menyumbangkannya ke negara lain," kata Chen, seperti dikutip dari Taiwan News, Selasa (26/10).

“Banyak negara saat ini sedang dalam pembicaraan dengan kami tentang hal-hal ini,” kata Chen. Namun, dia mengaku belum bisa membeberkan negara mana saja yang terlibat.

Vaksin Medigen menjadi topik kontroversial ketika Depkes Taiwan mengeluarkan EUA, membelinya, dan mengizinkan pemberiannya sebelum melalui uji klinis fase ketiga.

Dengan begitu banyak vaksin tambahan yang tersisa, Depkes menghadapi tekanan tentang keputusannya mengenai Medigen dan sedang mencari cara untuk memanfaatkan dosis dengan lebih baik.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya