Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Queensland Gunakan Teknologi AI untuk Jerat Pengemudi yang Doyan Main Hape saat Berkendara

SELASA, 26 OKTOBER 2021 | 12:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Suka main ponsel saat mengemudi, atau malas meggunakan sabuk pengaman? Sebaiknya Anda tidak melalukannya saat berkendara di Queensland, sebab negara itu siap menjerat para pelanggar dengan teknologi canggih mereka.

Pihak berwenang negara bagian Australia itu akan segera menggunakan kamera yang dipersenjatai dengan perangkat lunak kecerdasan buatan (AI) yang akan mengawasi selama 24 jam seminggu di seluruh negara bagian, memusatkan perhatian pada penggunaan sabuk pengaman dan memeriksa apakah pengemudi menggunakan ponsel saat berkendara.

9News
melaporkan pada Selasa (26/10), perangkat baru tersebut akan mulai digunakan pada 1 November mendatang. Para pelanggar yang ketahuan akan diganjar denda besar dan kuat hingga 1000 dolar Australia (setara 10,6 juta rupiah).


"Pengendara dapat mengharapkan kamera berada di mana saja, kapan saja," kata juru bicara Transportasi dan Jalan Utama (TMR).

Keputusan untuk menggunakan teknologi AI itu untuk mengurangi potensi kecelakaan yang tak jarang terjadi karena pengemudi yang menggunakan ponsel atau tidak mengenakan sabuk pengamannya.

Tahun lalu, 276 orang meninggal di jalan-jalan Queensland, naik 57 kematian dari 2019.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya