Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ahli: Inggris Kemungkinan akan Jadi Pemasok Rudal untuk Ukraina

SELASA, 26 OKTOBER 2021 | 07:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia tidak boleh mengesampingkan kemungkinan bahwa Inggris akan menjadi pemasok utama Ukraina tentang rudal. Terutama, saat ini Inggris dan Rusia tengah bersitegang. Bukan tidak mungkin kesempatan itu dijadikan alasan bagi Inggris untuk membantu Ukraina dalam 'rencana menggempur Rusia'.

Pernyataan itu diungkapkan Kepala Delegasi Rusia untuk Negosiasi Keamanan Militer, Konstantin Gavrilov, mengomentari laporan The Times bahwa London sedang merundingkan penjualan senjata, termasuk rudal, dengan Kiev.

Ia mengatakan, Rusia tengah mempelajari informasi tersebut.


"Kami telah mempelajari informasi ini. Mengingat kondisi konkret ketika seseorang, terutama Inggris, ingin menghina negara kami, ini tidak dapat dikesampingkan. Tetapi harus ada garis merah. Inggris memahami ini dengan sangat baik," katanya.

Pihaknya masih terus mendalami kemungkinan tersebut.

The Times dalam laporannya mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan Inggris sedang merundingkan kesepakatan dengan Ukraina mengenai potensi pasokan rudal Brimstone yang dikembangkan oleh cabang MBDA Inggris.

Menurut publikasi tersebut, rudal presisi tinggi semacam itu berharga sekitar 100.000 pound atau sekitar 138.000 dolar AS, masing-masing dapat ditempatkan di kapal perang dan pesawat tempur Ukraina.

Angkatan Udara Inggris menggunakan rudal tersebut selama operasinya di Afghanistan, Libya, dan Suriah.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya