Berita

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali/Net

Politik

Sejumlah Pembantu Jokowi Ingin Nyapres, Ahmad Ali: Menteri dari Nasdem Komitmen Bekerja untuk Rakyat

SELASA, 26 OKTOBER 2021 | 01:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Survei bursa calon presiden (capres) 2024 yang memunculkan sejumlah nama menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) dikhawatirkan akan mengganggu kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo. Nama-nama seperti Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, hingga Erick Thohir makin muncul sebagai kandidat dalam Pilpres mendatang.

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali berpendapat, kinerja kabinet bisa terganggu karena menteri yang maju sebagai capres bakal menghabiskan waktunya untuk berkampanye dan mensosialisasikan diri kepada masyarakat.

Dalam hal ini, Ali memastikan para menteri yang berasal dari Partai Nasdem tetap akan fokus bekerja dan menjalankan roda pemerintahan dengan baik.


"InsyaAllah kalau kader Nasdem tidak ada yang pecicilan dan genit di kabinet, apalagi punya keinginan untuk maju sebagai capres. Saya pastikan kader Partai Nasdem clear,” tegas Ahmad Ali lewat keterangan persnya, Senin (25/10).

Di Partai Nasdem, lanjut Ali, persoalan capres dan cawapres merupakan kewenangan ketua umum. Jadi, ia memastikan tidak ada kader Nasdem yang duduk di kabinet berniat untuk maju sebagai capres.

"Para menteri dari Nasdem komitmen bekerja bukan untuk tujuan politik tertentu tapi kerja untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Ali menambahkan, sebagai partai koalisi pemerintahan, Nasdem telah berkomitmen terhadap Presiden Jokowi dan memberi dukungan hingga 2024 tanpa mahar dan demi kesejahteraan rakyat.

"Kita mengikat kontrak dengan beliau akan memberikan dukungan secara maksimal sampai berakhirnya masa jabatan beliau," imbuhnya.

Meski banyak cobaan dan rintangan, politikus kelahiran Palu, Sulawesi Tengah, ini meyakini Presiden Jokowi memiliki perhitungan sendiri dan akan mengambil langkah yang bisa diterima oleh semua pihak terkait kemungkinan adanya menteri dalam kabinet yang akan menjadi capres.

"Kami percaya beliau akan mengelola pemerintahan secara profesional, dengan kepiawaian beliau untuk membawa perahu besar Indonesia sampai ke tujuannya,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya