Berita

Perdana Menteri Hun Sen/Net

Dunia

Hindari Campur Tangan Asing, Parlemen Kamboja Mengesahkan UU yang Larang Pemegang Jabatan Punya Dua Kewarganegaraan

SENIN, 25 OKTOBER 2021 | 16:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Parlemen Kamboja akhirnya meloloskan amandemen konstitusi yang isinya melarang pemegang jabatan tertinggi negara itu, termasuk perdana menteri, memiliki dua kewarganegaraan, pada Senin (25/10) waktu setempat.

Keputusan tersebut mengikuti keputusan Perdana Menteri Hun Sen pada 6 Oktober lalu yang memerintahkan kementerian kehakiman untuk membuat perubahan, yang juga memungkinkan majelis tinggi dan rendah, serta kepala dewan konstitusi, untuk hanya memegang kewarganegaraan Kamboja.

“Ini adalah untuk menunjukkan kesetiaan kepada bangsa dan menghindari campur tangan asing,” katanya, seperti dikutip dari Bangkok Post.


Sementara Heng Samrin, presiden Majelis Nasional Kamboja, mengatakan amandemen tersebut bertujuan untuk menentang campur tangan asing dalam urusan dalam negeri negara itu atau dalam mengarahkan kebijakan nasional dan internasionalnya.

“Majelis Nasional, Senat, Pemerintah Kerajaan dan Dewan Konstitusi adalah badan tertinggi bangsa yang diabadikan dalam Konstitusi Kerajaan Kamboja dan memiliki tanggung jawab tinggi untuk memutuskan hal-hal penting yang merupakan sumber kehidupan bangsa untuk memastikan kemerdekaan dan kedaulatan nasional,” kata Heng Samrin di halaman Facebook kantornya.

Pada 2019 Reuters merilis laporan yang menunjukkan anggota keluarga dan polisi utama, rekan bisnis dan politik Hun Sen telah membeli kewarganegaraan asing melalui pengaturan penjualan kewarganegaraan di Siprus.

Pemimpin oposisi Sam Rainsy, seorang warga negara Prancis yang tinggal di Paris untuk menghindari serangkaian hukuman di Kamboja, mengatakan dalam sebuah email kepada Reuters pada hari Senin bahwa aturan baru akan menghilangkan calon pemimpin masa depan dari kesempatan untuk melayani negara di tingkat tertinggi.

“Untuk alasan historis, populasi kami tersebar di seluruh dunia dan banyak orang Kamboja dengan kewarganegaraan ganda telah mencapai sukses besar di luar negeri,” kata Sam Rainsy.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya