Berita

Menag Yaqut Cholil Qoumas bahwa Kemenag adalah hadiah negara untuk NU/Net

Politik

Klaim Kemenag Hadiah untuk NU, Yaqut Cholil Qoumas Mestinya Ikut Tes Wawasan Kebangsaan

MINGGU, 24 OKTOBER 2021 | 20:11 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tentang Kemenag adalah hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama (NU) menuai polemik di kalangan masyarakat. Muncul desakan agar pria yang Ketua Umum GP Ansor NU itu diminta menarik ucapannya.

Dasar desakan itu, lantaran  apa yang telah disampaikan Yaqut sarat bermuatan keberpihakan pada Ormas tertentu yakni Ormas NU.

Pengamat Politik Hendri Satrio mempunyai pandangan berbeda terhadap pernyataan orang nomor satu di Kemenag itu. Menurut pendiri lembaga survei Kedai Kopi itu, Yaqut perlu mengikuti tes wawasan kebangsaan (TWK) seperti yang dijalani setiap calon Aparatur Sipil Negara (ASN).


Dengan menjalani TWK, pria yang karib disapa Hensat ini mengatakan bahwa akan diketahui sejauh mana wawasan kebangsaannya.

Dasar Hensat mengusulkan itu, sebab pernyataan Yaqut itu bukti bahwa dirinya tidak memiliki rasa keadilan bagi seluruh umat muslim yang ada di Indonesia.

"Itu jelas pengetahuannya tentang negara sangat kurang, dan mestinya ikut tes wawasan kebangsaan itu Menteri Agama sebaiknya begitu itu,” tegas Hensat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (24/10).

Hensat menambahkan, dengan mengikuti TWK, masyarakat akan dapat menilai kualitas kebangsaan Menag dalam hal memperjuangan keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila.

“Sehingga kita bisa lihat kemampuan dari pandangan kebangsaan dari seorang Kementerian Agama,” tutupnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya