Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Belajar 3-B dari Kampung Mafta

JUMAT, 22 OKTOBER 2021 | 12:53 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

YANG diidamkan oleh Bung Hatta ternyata telah menjadi kenyataan di Kampung Majelis Ta’lim Fardhu atau lebih dikenal dengan nama Kampung Mafta yang terletak di Dusun III Darat Hulu, Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

Milik Bersama

Masyarakat Kampung Mafta dengan kawasan seluas hanya 20 hektare hidup secara harafiah bergotong-royong mengelola peternakan, perikanan hingga pertanian sebagai milik bersama. Ada pula beberapa industri kecil seperti pengolahan tahu, batu bata, jajanan tradisional, air minum dalam botol.


Kampung Mafta juga memiliki sebuah masjid bertingkat, rumah sehat dan gedung majlis taklim dan lain sebagainya. Hingga saat ini Kampung Mafta dihuni 260 KK atau sekitar 1.100an jiwa yang hidup secara berdampingan dan memiliki pemimpin kampung yang disebut sebagai Tuwan Imam.

Kearifan Kampung Mafta adalah 3-B ( Bersabar, Bersyukur, dan Berbagi). Kearifan 3-B teguh dipegang demi mencegah timbul rasa kecemburuan sosial sehingga segala sektor kehidupan dapat berjalan adil dan tenteram.

Sebelum bergabung ke masyarakat Kampung Mafta, para calon penghuni  harus memiliki komitmen untuk dapat meninggalkan semangat memperkaya diri sendiri secara harta- benda.

Demi menguatkan rasa kebersamaan Kampung Maftah tidak ada warga yang lebih kaya mau pun lebih miskin dari warga lain-lainnya. Bahkan tidak ada warga yang memiliki dapur pribadi.

Hanya ada satu dapur untuk memasak makanan bagi seluruh warga kampung. Setiap hari, 25-30 para ibu yang telah diberi jadwal piket akan memasak dengan aneka lauk yang akan diberikan kepada seribuan warga tiap hari. Para ibu sudah mulai memasak sejak pukul 04.00 dan selesai usai Subuh. Kemudian akan dilanjut kembali pada menjelang siang hari.

Setiap keluarga akan mengantarkan rantang yang sudah diberi label ke dapur untuk diisi nasi dan lauk. Untuk pilihan menu akan diberikan sesuai dengan hasil panen.

Bukit Duri

Masayarakat Kampung Mafta telah mewujudkan Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia menjadi kenyataan dengan bukti jika mau pasti mampu.

Sebenarnya masyarakat Bukit Duri bersama laskar Ciliwung Merdeka di bawah pimpinan Sandyawan Sumardi sedang dalam proses membangun masyarakat adil dan makmur seperti Kampung Mafta. Sayang, proses pembangunan masih dalam tahapan mudigah itu telah dimusnahkan dengan penggusuran Bukit Duri secara sempurna melanggar hukum pada hari nahas 28 September 2016.

Syukur Alhamdulillah, kini pemerintah provinsi DKI Jakarta telah meresmikan pembangunan Kampung Susun di Cakung sebagai hunian baru bagi masyarakat Bukit Duri yang selama lebih dari lima tahun terpaksa mengungsi ke sana ke mari akibat tidak memiliki hunian.

Semoga Kampung Susun yang pembangunannya telah diresmikan 7 Oktober 2021 akan benar-benar nyata dibangun sehingga masyarakat Bukit Duri dapat melanjutkan perjuangan mereka untuk hidup bersama dengan kearifan 3-B Bersabar, Bersyukur, Berbagi seperti masyarakat Kampung Maftah.

Insya Allah, di Kampung Susun Cakung, masyarakat Bukit Duri bisa bergotong-royong mewujudkan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia menjadi kenyataan demi bersama meraih cita-cita masyarakat adil dan makmur hidup bersama di negeri gemah ripah loh jinawi, tata tenteram kerta raharja. Merdeka!

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya