Berita

Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Erick Thohir dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 dan Peluncuran Logo Baru Masyarakat Ekonomi Syariah/Repro

Politik

Hari Santri, Erick Thohir Ingin Indonesia Jadi Pemain Industri Halal dan Ekonomi Syariah Dunia

JUMAT, 22 OKTOBER 2021 | 10:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia harus bisa memanfaatkan industri halal dan ekonomi syariah untuk terus mendunia.

Indonesia diharapkan bisa menjadi pemain dalam industri halal dan ekonomi syariah di dunia Internasional.

"Sebagai negara muslim terbesar, kita ingin industri halal dan ekonomi syariah jadi pemain yang bisa menyeimbangkan, yang selama ini ada di negara lain," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Erick Thohir saat memberi sambutan di acara 'Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 dan Peluncuran Logo Baru Masyarakat Ekonomi Syariah' di Istana Negara, Jumat (22/10).


Di Hari Santri Nasional yang jatuh hari ini, MES menginisiasi acara Islamic Finance Summit 2021 dengan tema "Driving The Grouth of The Halal Industri in New Normal Economy" untuk mewujudkan cita-cita menguasai industri halal dan ekonomi syariah di tingkat internasional.

Erick menambahkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan industri jasa keuangan syariah, MES terus bergerak memajukan keseimbangan ekonomi sebagaimana selalu digaungkan pemerintah.

"Karena itu Pak Presiden, kita bisa lihat sekarang dengan adanya fokus pada pengembangan ekonomi syariah, salah satu indikasinya pertumbuhan ekonomi syariah di bawah Bank Syariah Indonesia (BSI) lebih tinggi dibandingkan Bank Himbara," ungkapnya.

Atas dasar itu, Erick yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN ini mengusulkan terobosan sistem bagi hasil dalam rangka memajukan industri halal dan ekonomi keuangan syariah. Ia berharap, Presiden Jokowi berkenan untuk menerima usulannya tersebut.

"Dan bila berkenan, kami ingin ada dukungan tentu Gubernur BI dan Menkeu agar bergeraknya ekonomi syariah ini bermanfaat untuk pengusaha-pengusaha yang memang selama ini jadi bagian penting untuk keseimbangan ekonomi ini," demikian Erick Thohir.

Acara tersebut turut dihadiri Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden yang juga Ketua Dewan Pembina MES, Maruf Amin.

Kemudian, Ketua BPK yang juga Anggota Dewan Pembina MES, Agung Firman Sampurna; Gubenur BI yang juga Ketua Dewan Pakar MES, Perry Warjiyo; Menko Polhukam sekaligus Dewan Penggerak MES, Mahfud MD; Menag Yaqut Cholil Qoumas, para menteri Kabinet Indonesia Maju, perwakilannya PBNU dan PP Muhammadiyah, serta santri dan pengurus MES lainnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya