Berita

BEM Nusantara menginginkan audensi langsung dengan Presiden Jokowi untuk menyampaikan catatan evaluasi kepemimpinan dua tahun terakhir/RMOL

Politik

Berniat Sampaikan Kritik, BEM Nusantara Inginkan Audensi dengan Presiden Jokowi

KAMIS, 21 OKTOBER 2021 | 22:58 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Selain memberi catatan evaluasi kinerja pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin, elemen mahasiswa BEM Nusantara menginginkan audensi langsung dengan Presiden Jokowi.

Koordinator pusat (Korpus) BEM Nusantara, Eko Pratama mengatakan, pihaknya memberikan beberapa rekomendasi terkait beberapa hal yang dikritisi.

Beberapa yang menjadi catatan diantaranya Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian BUMN.


Sementara itu, Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur, Ahmad Faruq menyampaikan bahwa tidak ada perkembangan berarti setelah dua tahun kinerja Jokowi-Maruf.

Faruq menjelaskan, sudah saatnya Presiden Jokowi bertatap muka langsung dengan elemen mahasiswa. Dengan begitu, Faruq meyakini Jokowi nantinya akan lebih peka melihat berbagai masalah di Indonesia.

“Di periode kedua genap dua tahun menjalankan roda pemerintahan. Namun, kami belum merasakan perubahan yang berarti. Jokowi saya rasa perlu untuk bertatap muka dengan mahasiswa agar bisa peka pada kondisi Indonesia saat ini,” terang Ahmad Faruuq kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis malam (21/10).

Eko Pratama menyatakan pihaknya ingin audensi langsung dengan Jokowi untuk menyampaikan beberapa catatan kritis BEM Nusantara. Catatan evaluasi itu diantaranya: perlu ada proses transformasi yang jelas dan konkrit di Kementerian BUMN.

Kedua, dijelaskan Eko adalah catatan di bidang pendidikan. Menurut BEM Nusantara, Nadiem Makarim perlu melakukan restrukturisasi kementeriannya. BEM Nusantara menginginkan orientasi dan tujuan dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MKBM) benar-benar dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.  
 
“Selain itu, Kemdikbud Ristek segera serius untuk melakukan pembelajaran tatap muka dengan kondisi yang sudah sangat memungkinkan ini,” terang Koordinator Pusat, Eko Pratama.
 
Catatan ketiga, diungkapkan Eko, proses vaksinasi perlu dimassifkan kembali. Ia mencontohkan, promosi vaksin harus melibatkan semua pihak. Selain itu, Kemenkes harus memperkuat tenaga, fasilitas, dan penunjang kesehatan sendiri.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya