Berita

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Usup Supriatna/RMOLJabar

Politik

Tegaskan Tak Ada "Kader Celeng", PDIP Kabupaten Bekasi: Semua Kader Banteng!

SELASA, 19 OKTOBER 2021 | 01:22 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Polemik "banteng versus celeng" yang berawal di internal PDI Perjuangan Jawa Tengah terus merambah ke daerah lain. Namun, Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Bekasi, Usup Supriatna, memastikan hingga kini di wilayahnya tak ada kader celeng.

"Tidak ada kader celeng di Kabupaten Bekasi, tidak ada, semua kader banteng. Kita konsolidasi terus dan jangan terpengaruh dengan orang yang ingin memecah belah partai, saat ini kita konsentrasi saja ke konsolidasi. Terkait dengan Pilpres itu hak prerogratif Ketua Umum,” beber Usup, Senin (18/10).

Pihaknya mengaku, hingga kini tak merisaukan kaitan persoalan polemik yang terjadi belakangan ini di partainya. Ia bersama pengurus saat ini tengah fokus untuk menjalankan instruksi partai yakni dengan melakukan konsolidasi hingga ke akar rumput.


“Kita di Kabupaten Bekasi sesuai arahan dan instruksi partai, program kita konsolidasi partai ke tingkatan RW, artinya kita konsen ke konsolidasi partai. Adapun kaitan mekanisme calon presiden dan wakil presiden, berdasarkan keputusan di Kongres ke 5 di Bali sepenuhnya kita menyerahkan kepada ketua umum, siapapun nanti yang diputuskan ketua umum itulah kader terbaik,” jelasnya.

Ia menyebut, partainya saat ini memiliki banyak kader potensial yang bisa diusung untuk menjadi Presiden RI. Oleh karena itu, ia tak merisaukan kaitan polemik yang terjadi.

“Karena di PDIP banyak kader yang sangat baik. Contohnya Bu Risma, Pak Djarot, Azwar Anas, Pak Giri Prasta dan lainnya. Selain Bu Puan dan Pak Ganjar masih banyak kader terbaik di PDI Perjuangan, artinya apapun yang diputuskan bu Ketua Umum itulah yang terbaik,” tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya