Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/Ist

Politik

Empat Tahun Dipimpin Anies, Persoalan Ruwet di Jakarta Berhasil Diurai

SELASA, 19 OKTOBER 2021 | 00:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Genap empat tahun sudah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin ibukota sejak dilantik pada 16 Oktober 2017 silam. Satu persatu janji-janji kampanye yang kemudian menjadi program kerja dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi DKI Jakarta 2017-2022 ditunaikan dan dampaknya langsung dirasakan warga Jakarta.

Selama empat tahun ini, Anies Baswedan dan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mampu mengurai berbagai kompleksitas persoalan yang sudah lama ‘membelit’ kehidupan warga Jakarta.

Menurut anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, pendekatan pembangunan kolaboratif yang diusung Anies Baswedan efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan kompleks di ibukota.


Menjadikan warga sebagai co-creator dan Pemprov DKI Jakarta berperan sebagai penyedia platform adalah cara Anies membuat persoalan rumit yang bertahun-tahun melanda Jakarta berhasil ditemukan benang merahnya dan secara bertahap terselesaikan.

Semua program pembangunan ini semakin dirasakan saat semua kebijakan dilandaskan kepada asas transparan dan akuntabel, sehingga pelayanan publik semakin berkualitas.

“Dalam empat tahun ini, berbagai persoalan ruwet di Jakarta berhasil diselesaikan oleh Anies Baswedan berkolaborasi bersama warga Jakarta. Corak utama pembangunan yang dijalankan Anies adalah berpihak jelas kepada warga Jakarta yang terpinggirkan dan dipinggirkan serta berorientasi penuh kepada kepentingan publik,” ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/10).

Kompleksitas persoalan transportasi dan kemacetan yang dulu sulit dibayangkan akan terurai, menurut Fahira, kini menemukan momentumnya. Saat ini transportasi publik di Jakarta terintegrasi, terjangkau, dan nyaman. Sehingga banyak masyarakat Jakarta yang beralih naik angkutan umum dan dampaknya kemacetan berkurang sehingga udara Jakarta semakin baik.

Kemudian, ketidakadilan yang dialami warga kampung kota selama bertahun-tahun akibat digusur, dituntaskan dengan membangun berbagai kampung susun di mana warga dilibatkan secara penuh sejak perencanaan, pembangunan, hingga pengelolaan.

Sejumlah persoalan rumit yang dialami warga Jakarta selama puluhan tahun juga tuntas di tangan Anies. Seperti yang dihadapi warga Kampung Merah, Jakarta Utara, yang selama bertahun-tahun dianggap ilegal sehingga hak-hak dasar sebagai warga negara tidak terpenuhi.

Oleh Anies, Kampung Merah ditata, dibuka akses memperoleh air bersih, fasilitas publik, hingga pembangunan Kali Betik. Bahkan tepat 4 tahun memimpin Jakarta, Minggu (16/10), Anies menyerahkan IMB sementara kawasan kepada perwakilan koperasi warga Kampung Merah sekaligus meresmikan Jembatan Kali Betik di kampung itu.

“Warga yang kampungnya digusur diajak kolaborasi membangun kembali hunian dan kehidupannya. Kampung warga yang dianggap ilegal kini diakui dan dipenuhi hak-hak dasarnya. Semua persoalan yang dulu dianggap ruwet mampu diurai Anies dalam empat tahun," paparnya.

Fahira pun sedikit kilas balik ke berbagai kontroversi yang juga diselesaikan tanpa basa-basi oleh Anies. Misalnya soal Alexis dan reklamasi Teluk Jakarta.

Bahkan, penanggulangan banjir juga semakin baik sehingga jumlah titik banjir dan jumlah pengungsi terus semakin mengecil. Soal penanggulangan pandemi, Jakarta adalah salah satu daerah terbaik di Indonesia.

"Ke depan, saya berharap program pembangunan lain misalnya program hunian DP nol rupiah yang sudah berjalan semakin ditingkatkan efektivitasnya,” demikian Fahira Idris.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya