Berita

Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin tanggal 20 Oktober mendtang tepat dua tahun pimpin Indonesia/Net

Politik

Dua Tahun Pimpin Indonesia, Maruf Amin Seperti Diparkirkan dan Jokowi Ngebut Bareng Luhut Pandjaitan

MINGGU, 17 OKTOBER 2021 | 19:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Menjelang dua tahun kepemimpinan Joko Widodo-Maruf Amin, sejumlah catatan buruk terjadi sejak Jokowi memimpin di periode keduanya.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi mengatakan, setelah terpilih sebagai presiden di periode kedua, Jokowi nampak memakirkan wakilnya yaitu Maruf Amin.

Muslim Arbi memandang, selama memimpin Indonesia dua tahun terakhir Jokowi lebih memilih ngebut bareng Luhut Binsar Pandjaitan yang menjabat sebagai Menko Maritim dan Investasi.


"Tapi seolah-olah Luhut lebih utama dan diutamakan dalam tangani segala hal. Dan Kiai Ma'ruf seolah-olah hanya dibutuhkan sebagai stempel aja sebagai Wapres untuk meraih suara umat Islam," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (17/10).

Setelah itu kata Muslim, agenda-agenda besar dikebut. Seperti infrastruktur yang disayangkan proyek-proyek besar dari sisi kegunaannya kurang berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

"Malah proyek-proyek itu menyeret negara untuk berutang yang menumpuk. Bahkan pembayaran bunga utang pun harus berutang lagi. Utang-utang seperti ini akan jadi jebakan," kata Muslim.

Bahkan kata Muslim, pertumbuhan ekonomi pun juga tidak seoptimis yang dijanjikan oleh Jokowi pada saat kampanye Pilpres 2014 maupun Pilpres 2019.

"Akibat itu negara malah terancam bangkrut," pungkas Muslim.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Kekuasaan Otoriter Hanya Melahirkan Kekacauan dan Masa Depan Gelap

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:10

Mafia BBM Pantura Harus Disikat Habis Demi Selamatkan Hak Nelayan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:05

Kementan Jangan Sampai Kecolongan El Nino Gagalkan Target Swasembada Pangan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:02

Kepala Daerah Tergoda Korupsi Demi Balik Modal Ongkos Pilkada Selangit

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

Budaya Olah dan Pilah Sampah Harus Dimulai sejak Usia Dini

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

MUI Ungkap Jejak Seabad Solidaritas Bangsa Indonesia untuk Palestina

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:45

Indonesia Tangkap dan Deportasi Aktivis Palestina ke Siprus

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:01

AS Serang Iran usai Dua Tentaranya Tewas di Yordania

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:40

Israel Larang Azan Subuh di Masjid Bethlehem Tepi Barat

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:47

Serangan Iran Rusak Fasilitas Migas Kuwait, Bandara Sempat Ditutup

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:13

Selengkapnya