Berita

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin/Net

Politik

Menolak Dinyinyiri Faisal Basri, Ali Ngabalin: Moeldoko dan Luhut Pandjaitan Itu Manusia Terbaik dan Terlatih

MINGGU, 17 OKTOBER 2021 | 11:17 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dua sosok purnawirawan Jenderal TNI, Moeldoko dan Luhut Binsar Pandjaitan merupakan manusia terbaik negeri ini yang tidak pantas dinyinyirin oleh ekonom senior, Faisal Basri.

Atas alasan itu juga, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menyebut Faisal Basri sebagai ekonom berotak sungsang. Terlebih Faisal Basri mendorong Presiden Joko Widodo agar Moeldoko, Luhut dan dirinya dipecat.
 
"Orang-orang itu, Jenderal Moeldoko, Jenderal Luhut, manusia-manusia terbaik yang terlatih dari latar belakang organisasi yang hebat di negeri ini," ujar Ali Ngabalin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (17/10).


Menurutnya, Moeldoko dan Luhut menunjukkan apa yang telah dilakukan untuk negeri dan memberikan sisa waktu hidup untuk yang terbaik bagi republik.

"Dan mereka sudah menunjukkan hasil kerja nyata," kata Ali Ngabalin.

Sehingga, Ali Ngabalin pun menganggap sebutan ekonom bagi Faisal Basri akan sia-sia. Alasanya, karena Faisal terlalu nyinyir ketimbang mengamati laju ekonomi.

"Kalau Faisal Basir hari-hari begitu caranya, untuk apa ente (Faisal) menjadi seorang ekonom. Nyinyir dan seterusnya," pungkas Ali Ngabalin.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya