Berita

Dubes Pakistan Muhammad Hassan (kiri) menerima CEO RMOL Network Teguh Santosa/RMOL

Dunia

Dengan Koridor China-Pakistan, Indonesia dapat Memasuki Pasar Asia Tengah

SABTU, 16 OKTOBER 2021 | 10:41 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Indonesia adalah negara besar yang memiliki begitu banyak sumber daya alam. Juga merupakan pasar yang sangat besar, dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa, bagi produk-produk Pakistan. Begitu juga sebaliknya, Pakistan dengan populasi yang sangat besar, sekitar 220 juta jiwa, adalah pasar yang baik untuk produk-produk Indonesia.

Menurut Duta Besar Republik Islam Pakistan Muhammad Hassan mengatakan, kedua negara harus memaksimalkan potensi kedua negara di atas pondasi hubungan baik yang selama ini terjalin.

Dalam pertemuan dengan CEO RMOL Network, Teguh Santosa, Jumat siang (15/10), Dubes Hassan mengatakan, setelah kedua negara menandatangani Preferential Trade Agreement (PTA) volume perdagangan kedua negara meningkat dengan sangat signifikan.


“Di tahun 2004 dan 2005 sekitar 500 juta dolar AS. Sekarang perdagangan kedua negara sebesar 2,6 miliar dolar AS,” ujarnya.

Di bawah PTA, Pakistan, menyediakan sekitar 200 jenis produk. Begitu juga sebaliknya, Indonesia memberikan akses kepada sekitar 250 jenis produk. Jadi sektor perdagangan berlangsung sangat baik.

Produk utama yang diimpor Pakistan dari Indonesia adalah minyak sawit (palm oil) dan batubara. Dari Pakistan, kami mengekspor produk pertanian dan buah-buaha, dan tekstil yang merupakan produk ekspor utama kami. Tetapi sesungguhnya ini belum semua yang kita perdagangkan.

Dia menambahkan, baru-baru ini Business Council Pakistan mengatakan, potensi hubungan perdagangan dan investasi Indonesia dan Pakistan empat kali dari yang kita miliki saat ini. Jadi, kedua pihak sedang fokus ke arah pencapaian itu untuk terus mengedepankan hubungan ekonomi kita, baik perdagangan maupun investasi, ke arah yang lebih baik.

Dia juga menggarisbawahi peranan China-Pakistan Economic Corridor (CPEC) dalam pembangunan kawasan yang juga dapat dimanfaatkan Indonesia untuk memperlebar pasar hingga ke Asia Tengah.  

“Kami juga membangun Pakistan menjadi hub transit bagi negara-negara Asia Tengah. Kami membangun pelabuhan laut dalam (deep sea port) Gwadar di Balochistan, dan ini memberikan akses bagi Afghanistan dan negara-negara Asia Tengah. Tentu saja Indonesia dapat menggunakan peluang itu, menjadikan Pakistan sebagai batu loncatan untuk mencapai negara-negara di kawasan Asia Tengah,” demikian Dubes Hassan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya