Berita

Peneliti Senior LIPI Prof Siti Zuhro (pojok kanan atas) saat jadi narasumber Webinar yang digelar KedaiKopi/Repro

Politik

Siti Zuhro: Pemilu Harus Dimulai dari Pansel Independen, Bukan Corong Kekuatan Politik!

JUMAT, 15 OKTOBER 2021 | 15:54 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penyelenggaraan Pemilu sejatinya dimulai sejak Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota KPU-Bawaslu. Pansel tidak boleh dikooptasi oleh kekuatan politik tertentu yang berimplikasi pada hasil Pemilu itu sendiri.

Begitu kata Peneliti Senior LIPI Prof Siti Zuhro dalam webinar Lembaga Survei KedaiKopi bertajuk "Memprediksi Kemunculan Capres Ala Pembagian Wilayah Penanganan Covid-19" pada Jumat siang (16/10).

"Bukan memuji rezim Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), luar biasa tidak ada sama sekali intervensi terhadap Pansel. Harus dimulai dari situ Pemilu, Panselnya independen bukan partisan, bukan jadi corong mediator kekuatan politik, insyaallah bagus," kata Siti Zuhro.


Siti Zuhro menuturkan, pada era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ia bersama Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Azyumardi Azra, Prof. Pratikno, Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan, Hakim MK Saldi Isra, dan Sosiolog Imam Prasojo berkesempatan menjadi Pansel Calon Anggota KPU-Bawaslu Periode 2012-2017.

Kala itu, diceritakan Siti Zuhro, tidak ada intervensi dari pemerintahan SBY.

"Jadi kita betul jadi Pansel yang independen," tuturnya.

Atas dasar itu, Siti Zuhro menyebut kotornya Pemilu itu dimulai dengan amanah dari penyelenggara Pemilu itu sendiri.

Dalam pandangan Zuhro, jika penetapan Pansel Calon Anggota KPU-Bawaslu bagus maka akan menghasilkan Komisioner KPU dan Bawaslu yang berkualitas pula.


"Tapi yang terjadi adalah hasil Pemilu 2019 memberikan noktah, ketika komisioner KPU kena OTT, itu satu contoh," sesalnya.

"Kalau itu terulang kembali, katakan karena Panselnya tak cukup rigit memilih Komisioner (KPU), banyak titipan, bukan rahasia lagi. Tapi waktu kita jadi Pansel telinga kita tutup saja," pungkasnya.

Selain Siti Zuhro, turut hadir dalam acara webinar yang diselenggarakan oleh Lembaga Survei KedaiKopi tersebut antara lain Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio, Pengamat Politik Rocky Gerung, Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini, dan Direktur P3S Jerry Massie.

Timsel KPU-Bawaslu belakangan menjadi sorotan. Terutama, latar belakang Ketua Timsel KPU-Bawaslu Juri Ardiantoro yang pada Pilpres 2019 lalu merupakan tim sukses Jokowi-Maruf Amin.

Selain itu, komposisi Timsel juga dipertanyakan. Terdapat setidaknya 5 dari 11 Timsel yang memiliki jabatan publik. Ini berpotensi konflik kepentingan.

"Padahal, UU Pemilu membatasi perwakilan pemerintah hanya tiga orang," kata Peneliti Kode Inisiatif Muhammad Ihsan Maulana.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya