Berita

Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Dinas Kesehatan Batang, Jawa Tengah/Ist

Nusantara

Warganet Ramai-ramai Serukan Vaksinasi Pemulihan Negeri dari Pandemi

RABU, 13 OKTOBER 2021 | 13:53 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ajakan untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 ramai disuarakan warganet sebagai upaya pengendalian Covid-19.

Bahkan tagar #VaksinPulihkanNegeri sempat menjadi trending topic di media sosial Twitter, Rabu siang (13/10).

Vaksinasi memang menjadi salah satu jurus pemerintah dalam mengendalikan Covid-19. Bahkan berkat gerakan vaksinasi yang masif, kini kasus Covid-19 cenderung terkendali.


Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 juga menjadi cara utama pemerintah dalam menciptakan herd immunity atau kekebalan komunitas.

Salah satu pegiat media sosial, Eko Kunthadi berujar, kecepatan vaksinasi Covid-19 telah diakui dunia dan berdampak positif terhadap penurunan kasus Covid-19.

“Kecepatan Indonesia melakukan vaksinasi diakui dunia. Vaksin diberikan gratis untuk menciptakan herd immunity. Biar ekonomi bergerak normal lagi,” tutur Eko dikutip dari akun Twitternya, @_ekokuntadhi.

Meski sudah divaksin, ia mengajak masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Apalagi Covid-19 masih ada dan masyarakat perlu hidup berdampingan dengan Covid-19.

“Tapi virus belum punah. Kita harus beranjak dari pandemi ke endemi. Hidup berdampingan dengan Covid19. Masker jadi pakaian wajib,” jelasnya.

Senada dengan Eko, akun @YRadianto juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

"Penanganan pandemi yang diakui baik oleh dunia, jangan membuat kita menjadi lengah dan mengabaikan prokes. Herd Immunity #VaksinPulihkanNegeri," cuitnya.

Di sisi lain, warganet @Leonita_Lestari menilai upaya pengendalian Covid-19 membutuhkan peran dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat itu sendiri. Salah satu cara ampun yakni dengan percepatan herd immunity melalui vaksinasi.

“Secara mengejutkan, Indonesia tercatat telah berhasil menurunkan kasus Covid-19 sebesar 58% hanya dalam waktu dua minggu. Itu adalah catatan luar biasa yang diberikan John Hopkins University Baltimore AS,” tulisnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya