Berita

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat meninjau kesiapan KM Tidar untuk isoter Covid-19 akibat PON XX Papua/Ist

Politik

Jelang Penutupan PON XX, Dua Kapal Besar Disiagakan di Papua untuk Tempat Isolasi Covid-19

SELASA, 12 OKTOBER 2021 | 17:39 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Lima hari menjelang penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, pemerintah menyiapkan dua kapal besar untuk dijadikan tempat isolasi orang terkonfirmasi Covid-19.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, dua kapal yang dijadikan tempat isolasi terpadu (isoter) ditempatkan di wilayah yang berbeda. Yaitu, Kapal KM Tidar disiagakan di Jayapura, dan KM Sirimau di Merauke.

"Saya telah instruksikan kepada Dirjen Perhubungan Laut agar kedua kapal isoter tersebut tetap berada di Papua hingga h+5 penutupan PON XX dan memastikan seluruh pasien yang dirawat di isoter ditangani dengan baik," ujar Budi melalui keterangan yang dilansir laman Sekretariat Kabinet, Selasa (12/10).


KM Tidar telah berada di Jayapura sejak 12 Agustus 2021 atau sebelum penyelenggaraan PON, sebagai tempat isoter dalam rangka mengendalikan pandemi Covid-19 di Jayapura.

Sedangkan KM Sirimau telah berada di Merauke sejak 27 September 2021, setelah mengakhiri tugas sebagai kapal isoter di Sorong.

Untuk kapasitas, KM Tidar bisa menyediakan 929 tempat tidur dengan rincian 873 tempat tidur untuk pasien, dan 56 tempat tidur untuk tenaga kesehatan. Sedangkan KM Sirimau berkapasitas 460 tempat tidur dengan rincian 449 tempat tidur untuk pasien dan 11 tempat tidur untuk tenaga kesehatan.

Budi menjelaskan, saat ini, pasien isoter di KM Tidar terisi sebanyak total 15 orang yang terdiri 14 orang dari klaster PON dan satu orang dari klaster umum. Mereka di antaranya dirawat di kapal isoter karena memang tidak memiliki gejala.

"Keberadaan kedua kapal isoter ini diharapkan dapat membantu pengendalian penyebaran Covid-19 di Papua," tuturnya.

Selain dua kapal pesiar, Menhub memastikan fasilitas siaga Covid-19 di empat bandara yang ada di Papua. Keempat bandara tersebut adalah Bandara Sentani di Jayapura, Bandara Mozes Kilangin di Timika, Bandara Domine Eduard Osok di Sorong, dan Bandara Mopah di Merauke.

"Pemulangan atlet-atlet PON melalui bandara telah kita pastikan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat baik oleh pihak bandara maupun maskapai," katanya.

"Kita juga telah mengimplementasikan aplikasi Peduli Lindungi dan memastikan semua yang berangkat sudah melakukan vaksin dan tes PCR," tutup Budi.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya