Berita

Pakar ekonomi Fuad Bawazier/Net

Politik

Fuad Bawazier Ramal Keuangan Negara Babak Belur Gegara Ambisi Kereta Cepat

SELASA, 12 OKTOBER 2021 | 13:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Negara diprediksi akan mengalami kerugian besar jika tetap meneruskan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang rencananya akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Jika diteruskan, proyek ini tidak akan laku dijual. Sebab selain ongkos bangunnya yang terlalu mahal, pemasukan tidak seimbang dibandingkan dengan biaya operasionalnya,” kata ahli ekonomi, Fuad Bawazier kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (12/10).

Fuad menambahkan, hasil penjualan dari tiket kereta api cepat hanya seperempat dari total investasinya, sehingga negara tidak mengalami keuntungan besar dari proyek tersebut.


"Jika dijual lakunya paling 25 persen dari total investasi. Kira-kira seperti proyek jalan tol Cibitung-Cilincing yang biaya konstruksinya Rp 10,8 triliun dijual Rp 2,44 triliun atau hanya 23 persennya saja,” ujarnya.

Alih-alih berambisi membuat transportasi kereta cepat yang mahal, pemerintah disarankan memikirkan proyek infrastruktur yang lebih berguna dan menguntungkan bagi rakyat dan negara.

"Proyek-proyek infrastruktur memang dibutuhkan tapi tetap harus pakai perhitungan agar tidak membangkrutkan keuangan negara,” tandasnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya