Berita

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi/Net

Politik

Muslim Arbi: Sebarkan Doktrin Keliru dan Kaburkan Sejarah, Gubernur Lemhanas Sebaiknya Diganti Saja

SELASA, 12 OKTOBER 2021 | 12:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo dianggap sangat layak untuk dicopot dari jabatan Gubernur Lemhanas karena telah mengaburkan sejarah TNI dan menyebarkan doktrin yang keliru.

Seperti disampaikan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, Agus Widjojo dianggap sedang berupaya mengaburkan sejarah TNI.

"Wong TNI itu lahir dari rakyat kok. Sebelum pakai TNI, adalah ABRI, dari TKR dan BKR. Tentara Keamanan Rakyat dan Barisan Keamanan Rakyat. Itu sejarah yang tidak dapat dipungkiri. Apakah Gubernur Lemhanas itu, mau mengaburkan sejarah dan bikin sejarah baru?" ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (12/10).


Lanjut Muslim, TNI bersama rakyat dianggap sudah tepat dan tidak dapat dipisahkan sesuai amanat sejarah bangsa.

"Kalau rakyat punya Presiden itu keliru. Rakyat bisa pecat Presiden kok. Dan Presiden tidak bisa pecat rakyat. Gimana mau klaim rakyat yang punya Presiden?" tegas Muslim.

Begitu juga TNI bersama rakyat, kata Muslim, tidak dapat menegasikan antara satu dengan yang lain selama NKRI masih ada.

"Pendapat Agus Widjojo itu keliru. Jangan ada upaya-upaya kacaukan sejarah atau belokkan sejarah. Sebaiknya Gubernur Lemhanas diganti saja, kurang pas jika dia sebarkan doktrin itu," pungkas Muslim.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya