Berita

Wakil Ketua Komisi IV DPR Anggia Erma Rini saat temui ratusan demonstran/RMOL

Politik

Peternak Demo karena Harga Telur Anjlok, Anggia Erma Rini: Pemerintah Harus Evaluasi Tata Kebijakan Peternakan

SENIN, 11 OKTOBER 2021 | 23:15 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Masyarakat yang tergabung Aksi Nasional Peternak Rakyat melakukan demonstrasi di depan Gedung DPR RI di Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Senin (11/10).

Koordinator Peternak dari Tulungagung, Koordinator Peternak dari Tulungagung mengatakan para peternak meminta legislator ikut mengawal sejumlah tuntutannya pada pemerintah.

Munir menjelaskan beberapa poin tuntutan para peternak menaikkan harga telur, menghentikan budidaya unggas oleh integrator, menyerap produksi telur peternak,  moratorium pembangunan kandang Close House.


Munir mengatakan para demonstran juga meminta pemutihan hutang peternak akibat pandemi virus corona baru (Covid-19).

Para peternak yang berdemo berasal dari sejumlah daerah, di antaranya dari Blitar, Kendal, Batang, dan Tulungagung.

"Budidaya unggas oleh integrator sangat merugikan para peternak rakyat. Akibatnya harga di tingkat peternak benar-benar sangat rendah. Dari kami, telur dibeli hanya Rp 5100/kg. Ini sangat membebani kami, benar-benar tidak sesuai dengan ongkos perawatan dan produksinya," ujar Munir, Senin (11/10).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini menemui ratusan peternak yang berdemonstrasi.

Anggia sendiri menyatakan akan ikut mengawal tuntutan peternak tersebut.

Politisi PKB itu menjelaskan bahwa sejak tiga bulan lalu dirinya konsisten menyuarakan seluruh tuntutan para peternak.

"Stabilisasi harga jagung, relaksasi kebijakan untuk meringankan ongkos produksi peternak, hingga stabilisasi harga telur, tidak henti-hentinya kami tekankan ke Kementan," ujarnya.

Menurut Anggia, sinergi dan koordinasi antara Kementan dengan Kemendag mutlak perlu diintensifkan.

"Antar kementerian pemangku kebijakan jangan sampai mengedepankan ego sektoral, yang pada akhirnya berisiko merugikan peternak rakyat secara luas," tegas Anggia.

Anggia juga menegaskan bahwa di Blitar, jagung pakan ternak di tingkat petani hanya cukup untuk 24 hari.

"Itu kan sangat tidak memadai. Artinya harus ada evaluasi serius tata kelola kebijakan peternakan kita. Rantai pasok yang memunculkan banyak spekulan di lapangan harus benar-benar ditertibkan pemerintah," ujarnya.

Anggia juga meminta pengolahan tepung telur sebagai bahan untuk Bansos sembako menjadi pilihan kebijakan prioritas yang memihak para peternak skala kecil menengah.

"Harus ada terobosan kebijakan yang solutif dan berpihak pada peternak secara luas. Implementasi kebijakannya harus komprehensif dan holistik. Tidak sporadis dan gali lubang tutup lubang," ujarnya.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

UPDATE

Puan: APBN 2027 Harus Jadi Instrumen Nyata untuk Sejahterakan Rakyat

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:19

28 Tahun Reformasi, Kekuasaan Harus Berjalan Independen

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:18

Prabowo Minta Menkeu Segera Ganti Pimpinan Bea Cukai Bermasalah

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:08

Bitcoin Depot Bangkrut, Hampir 10 Ribu ATM Ditutup

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:07

Pemerintah Harus All Out Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:01

Rupiah Melemah, UMKM dan Hilirisasi Industri Harus Diperkuat

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:46

Prabowo: Rakyat Tidak Mimpi Kaya Raya, Asal Bisa Hidup Layak dan Sejahtera

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:42

Kenaikan Penerimaan Pajak Jangan Bikin Terlena

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:38

Sah! Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit Hingga Batu Bara Satu Pintu Lewat BUMN

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33

Fatayat NU Ajak Kader Perempuan Lebih Percaya Diri di Ruang Publik

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:32

Selengkapnya