Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Siap Lanjutkan Perjalanan Internasional, Lion Air Thailand Tambah Pesawat

JUMAT, 08 OKTOBER 2021 | 10:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Maskapai Lion Air Thailand atau Thailand Lion Air (TLA) telah menambahkan lebih banyak pesawat ke armadanya tahun ini sebagai persiapan untuk melanjutkan perjalanan udara internasional sementara negara itu bersiap untuk pembukaan kembali lebih lanjut.

Baru-baru ini maskapai tersebut telah menerima dua pesawat Airbus A320neo yang menjadikan total jumlah pesawat dalam armada mencapai 10, dan berencana untuk mendapatkan dua lagi pesawat Boeing 737 tahun ini.

Kepala eksekutif TLA, Aswin Yangkirativorn mengatakan rencana perluasan armada akan melayani penerbangan internasional dalam waktu dekat yang saat ini masih bergantung pada perjanjian bilateral perjalanan udara yang dipimpin oleh inisiatif pemerintah.


Aswin mengatakan, orang-orang di China, salah satu pasar sumber utama maskapai yang berkontribusi 60 persen sebelum pandemi, mungkin tidak dapat bepergian ke luar negeri hingga pertengahan tahun depan, sementara pemerintah China fokus pada pariwisata domestik.

Dikatakannya TLA akan fokus pada pasar regional termasuk India, Jepang, Taiwan dan Singapura yang menunjukkan tanda-tanda yang lebih menjanjikan dalam hal berhubungan kembali dengan Thailand.

TLA adalah salah satu dari tujuh maskapai penerbangan lokal yang meminta pinjaman lunak 5 miliar baht tahun lalu untuk membantu mendukung penggajian bagi 2.500 pekerja mereka.

“Meski maskapai belum mendapatkan pinjaman lunak, kami tetap yakin TLA dapat mempertahankan bisnis kami,” kata Aswin, seperti dikutip dari Bangkok Post, Jumat (8/10).

“Jika Thailand dapat dibuka kembali dan lebih banyak penerbangan internasional dapat beroperasi, maka industri penerbangan dan pariwisata akan bangkit kembali lebih kuat,” ujarnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya