Berita

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken/Net

Dunia

Berpotensi Merusak Perdamaian, AS Desak RRT Hentikan Tindakan Provokatif di Wilayah Taiwan

JUMAT, 08 OKTOBER 2021 | 08:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken kembali mengungkapkan keprihatinannya atas aktivitas provokatif yang dilakukan pasukan militer China di wilayah udara Taiwan.

Blinken yang sedang berada di Paris untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD - Organization for Economic Cooperation and Development) mendesak agar China berhenti melakukan tekanan dan paksaan ke Taiwan dalam bentuk apapun.

"Kami sangat prihatin dengan aktivitas militer provokatif RRT di dekat Taiwan," kata Blinken kepada wartawan pada konferensi pers di Paris, Rabu (7/10), ketika ditanya tentang aktivitas China, seperti dikutip dari CNN, Kamis (8/10).


"Seperti yang kami katakan, aktivitas itu membuat ketidakstabilan. Ini berisiko salah perhitungan dan berpotensi merusak perdamaian dan stabilitas regional. Jadi, kami sangat mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan dan paksaan militer, diplomatik dan ekonomi yang diarahkan ke Taiwan," ujarnya.

Pada hari Sabtu, 39 pesawat militer China, termasuk jet tempur dan pesawat angkut, memasuki ADIZ Taiwan, menyebabkan angkatan udara Taiwan mengerahkan jet dan mengerahkan rudal pertahanan udara untuk memantau pesawat.

Dua hari kemudian, China kembali mengirim 56 pesawat ke ADIZ Taiwan dalam waktu 24 jam, jumlah tertinggi sejak pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu mulai merilis jumlah tersebut secara publik tahun lalu.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya