Berita

Presiden Serbia Aleksandar Vucic (tengah( bersama Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic (kiri) dan Menteri Keuangan Sinisa Mali (2-kiri) saat memeriksa mal Galerija di Beograd, Oktober 2020/Net

Dunia

Pemimpin Serbia Bela Menteri Keuangan yang Terperangkap dalam Pandora Papers

KAMIS, 07 OKTOBER 2021 | 09:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pemimpin Serbia, termasuk Presiden Aleksandar Vucic dan Perdana Menteri Ana Brnabic, nampak tidak terpengaruh atas laporan bahwa Menteri Keuangan Sinisa Mali masuk dalam Pandora Papers.

Jaringan Pelaporan Kejahatan dan Korupsi Serbia (KRIK) telah melakukan penyelidikan terkait nama Mali yang masuk dalam Pandora Papers dan menemukan bahwa Mali memiliki 24 apartemen mewah di Pantai Bulgaria  melalui dua perusahaan lepas pantai dari British Virgin Islands pada 2012 dan 2013.

Para pemimpin Serbia mengatakan bahwa penyelidikan KRIK adalah mengada-ada atas pengungkapan yang hanya berdasar dari dokumen bocor di Pandora Paper.


Bozo Draskovic, mantan anggota Badan Anti-Korupsi Serbia, mengatakan kepada kantor berita BIRN, Rabu (6/10) bahwa jelas bahwa korupsi di kalangan pejabat tinggi tidak akan diselidiki dengan baik oleh lembaga-lembaga Serbia.

“Institusi dalam kasus ini tidak mengontrol apa pun. Mereka yang berkuasa tidak akan menyerang orang-orang penting mereka," kata Draskovic.

Menurut temuan KRIK, Jumlah kekayaan Mali diperkiraan total sekitar 5 juta euro, jumlah sangat besar untuk dihiting dari pendapatan Mali.

Mali sendiri telah memberikan tanggapannya, menuduh media berbohong. Ia mengaku hanya membeli satu apartemen yang terdaftar atas namanya dan tidak terkait dengan pembelian 24 apartemen dengan perusahaan lepas pantai.

Mali bahkan menuding para wartawan memusatkan perhatian pada topik 24 apartemen itu karena mereka ingin mengaitkannya dengan Vucic.

“Saya mendorong Anda untuk berhenti berbohong. Tidak masalah untuk menebus bahwa saya memiliki 24 apartemen. Bukan itu topiknya, topiknya: 'Nah, di mana akun (kekayaan) Aleksandar Vucic?' Dia, tentu saja, tidak memilikinya. Kalian berbohong tentang segalanya," kata Mali.

Beberapa tahun lalu, Presiden Vucic berjanji akan memberhentikan Mali jika terbukti dia melakukan pelanggaran dan korupsi. Penyelidikan terdahulu tidak menemukan bukti-bukti apa pun.

“Saya rasa Anda belum membuktikannya. Putusan pengadilan berbeda dengan Anda. Tetapi jika ternyata benar (Mali menyimpan kekayaan di luar negeri), saya akan menepati janji saya,” kata Vucic tak lama setelah nama Mali disebut-sebut dalam Pandora Papers.  

Perdana Menteri Brnabic juga bersikeras bahwa tidak ada yang patut dicurigai dari kekayaan Mali yang memang tidak memiliki 24 apartemen di Bulgaria seperti yang dituduhkan.

“Dokumen tanpa interpretasi hukum, bukanlah bukti apa-apa. Publikasi (seperti Pandora Papers) itu bukan hal baru. Tidak ada informasi baru yang belum terjawab selama ini dan yang belum diselidiki,” katanya.

Baik Kantor Kejaksaan Serbia maupun Badan Anti-Korupsi tidak bereaksi.

Mali diangkat menjadi Menteri Keuangan pada 2018. Dari posisi itu ia juga mengendalikan Administrasi Pencegahan Pencucian Uang. Sejak ia menjadi menteri, beberapa apartemen yang bersangkutan di Bulgaria telah disita atau dibekukan atas perintah bank dan kantor pajak setempat.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya