Berita

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, diminta bereaksi atas pelaporan Natalius Pigai oleh relawan Baranusa/Net

Politik

Pengamat: Jika Ganjar Tak Bereaksi Atas Gugatan terhadap Natalius Pigai, Berarti Dia Antikritik

RABU, 06 OKTOBER 2021 | 12:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gugatan Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa), Adi Kurniawan, terhadap aktivis HAM asal Papua, Natalius Pigai, yang dituduh menyampaikan pernyataan berbau rasisme tuduhan rasisme menuai reaksi beragam dari berbagai kalangan masyarakat.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ray Rangkuti, mengaku heran atas pelaporan tersebut. Sebab, dalam kicauan Natalius Pigai di Twitter tidak ditemukan unsur dan sentimen rasial terhadap dua politisi PDI Perjuangan itu.

Oleh karena itu, Ray menilai bahwa pelaporan tersebut akan menjadi ajang pembuktian bagi Ganjar Pranowo, yang digadang-gadang bakal maju Pilpres 2024 nanti, sebagai salah satu tokoh yang siap dikritik. Apabila, ia bereaksi dengan menanggalkan laporan tersebut.


"Khususnya kepada Ganjar Pranowo, saya berharap beliau bereaksi. Bukan pada ciutan Pigai, tapi pelaporan terhadap Pigai. Salah satu yang dilihat banyak pihak sebagai calon presiden, beliau diuji dengan standar yang paling minimal: cepat tersinggung atau tidak, bisa terima kritik atau tidak?" ujar Ray Rangkuti kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Rabu (6/10).

Namun demikian, Aktivis 98' ini menyesalkan sikap Ganjar yang muncul sebagai capres potensial di sejumlah lembag survei nasional itu, yang tak kunjung bereaksi terhadap pelaporan mantan Komisioner Komnas HAM itu.  

"Sayang, jika karena ciutan ini, citra Pak Ganjar jadi terimbas," kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia ini.

"Misalnya dilihat orang sebagai calon presiden yang mudah tersinggung. Citra terbuka, santai, dan suka dialog itu bisa terkikis justru jika hal-hal seperti ini didiamkan oleh Pak Ganjar," tandas Ray Rangkuti.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya