Berita

Pusat Latihan Tempur TNI AD di Baturaja, OKU, Sumatera Selatan/Ist

Politik

Puslatpur Terbesar di Asia Hanya Kebagian Hibah Rp7 Miliar, Begini Penjelasan DPRD Sumsel

SELASA, 05 OKTOBER 2021 | 10:55 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Meski berstatus terbesar di Asia, Pusat Latihan Tempur TNI AD di Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, tak mendapat anggaran sebesar statusnya. Tak heran jika fasilitas latihan pun dinilai kurang layak.

Hal ini terungkap setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel merealisasikan belanja dana hibah lebih dari Rp1 triliun untuk tahun 2021.

Berdasarkan data yang diperoleh Kantor Berita RMOLSumsel, realisasi belanja dana hibah ini sudah mencapai sekitar 66 persen atau sekitar Rp1.143.446.031.150 dari total dana hibah yang dianggarkan yakni sebesar Rp1.725.188.782.050.


Rincian penggunaan dana di Biro Pemerintahan, hibah sebesar Rp125.726.711.500 diberikan kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel sebesar Rp78.312.000.000; Korem sebesar Rp9.702.883.000; Kodam II Sriwijaya sebesar Rp30.711.828.500; dan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) sebesar Rp7.000.000.000.

Dari data tersebut terlihat ketimpangan dana hibah yang dikucurkan oleh Pemprov Sumsel. Di mana, Puslatpur hanya mendapatkan dana hibah sebesar Rp7 miliar. Padahal, Puslatpur ini merupakan pusat latihan perang TNI AD terbesar di Asia dan menjadi salah satu lokasi kebanggaan Sumsel.

Menanggapi ketimpangan ini, Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Antoni Yuzar mengaku telah terjadi miskomunikasi. Dari hasil kunjungan DPRD Sumsel ke Puslatpur TNI AD di Martapura beberapa waktu lalu, Antoni mengakui jika kondisi di Puslatpur tidak layak. Bahkan, fasilitas disana pun juga kurang mumpuni meskipun dipimpin oleh seorang Jenderal.

"Total dana hibah yang diajukan yakni sebesar Rp20 miliar. Pada tahun ini dana hibah yang diberikan hanya Rp7 miliar. Karena itu, tahun depan, sesuai dengan janji Sekda dan hasil keputusan Komisi I, Pemprov Sumsel menganggarkan kembali mengingat Puslatpur merupakan aset kebanggaan Sumsel," kata Antoni.

“Puslatpur TNI AD di Martapura adalah tempat latihan perang terbesar di Asia, tiga kabupaten itu. Atas dasar itulah Puslatpur ini mengajukan dana hibah ke Pemprov Sumsel untuk membangun fasilitas seperti rumah komandan dan sejumlah fasilitas penting disana," sambungnya.

Nantinya anggarannya itu akan diberikan berdasarkan perhitungan kebutuhan Puslatpur. Di mana secara teknis akan dikoordinasikan antara kedua belah pihak yang bermitra, yakni Biro Pemerintahan Provinsi Sumsel dan Puslatpur.

Sementara itu, hingga saat ini belum diketahui berapa besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel untuk tahun 2022. Ketua DPRD Sumsel, Anita Noeringhati yang ditemui terpisah mengatakan pihaknya masih menunggu Pemprov Sumsel.

Dia menjelaskan, saat ini hingga 20 Oktober mendatang pihaknya terlebih dahulu akan membuat perubahan tata tertib dan menyelesaikan Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Setelah itu baru akan bahas KUA PPA sehingga 29 November mendatang ini (APBD 2022) sudah dapat disahkan karena paling lambat tanggal 30 November," jelasnya.

Dalam pembahasan APBD tahun 2022 nantinya, pihaknya meminta kepada OPD untuk hadir secara langsung karena pihaknya membutuhkan dana akurat dan pihak yang mengerti program dan restra, renja. Karena, jika kehadiran kepala OPD ini diwakilkan maka akan menghambat pembahasan karena tidak bisa mengambil keputusan.

"Jadi memang harus dihadiri oleh Kepala OPD, sehingga kita bisa langsung membahasnya," pungkas Anita. 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya