Berita

Gambar planet Merkurius yang berhasil diambil oleh BipiColombo/ESA

Dunia

Gambar Pertama Planet Merkurius Berhasil Dijepret Misi Luar Angkasa Eropa dan Jepang

MINGGU, 03 OKTOBER 2021 | 09:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Misi luar angkasa BepiColombo yang merupakan gabungan dari Eropa dan Jepang telah mencatatkan sejarah. Mereka berhasil mendapatkan gambar pertama Merkurius selama melintasi planet tersebut.

BepiColombo merupakan misi bersama antara European Space Agency (ESA) dan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) yang diluncurkan pada 2018.

Gambar diambil ketika misi BepiColombo berada pada jarak terdekat, yaitu 200 km dari permukaan Merkurius pada Jumat (1/10).


Menurut Sky News, gambar diambil menggunakan kamera pemantau dan menangkap data dari sejumlah instrumen ilmiah. Gambar kemudian diunduh pada Sabtu pagi (2/10), dan pertama kali diterbitkan oleh ESA.

Kamera pemantau telah menangkap foto hitam-putih planet ini dalam resolusi 1024x1024 serta beberapa elemen struktural pesawat ruang angkasa, termasuk antena dan magnetometernya.

Merkurius adalah planet terkecil di tata surya kita dan terdekat dengan matahari. Dari permukaan bopeng kawah yang digambarkan oleh BepiColombo, matahari akan muncul lebih dari tiga kali lebih besar di langit daripada dari Bumi.

"Misi terbang dengan sempurna dari sudut pandang pesawat ruang angkasa, dan sungguh luar biasa akhirnya melihat planet target kami," kata Manajer Operasi Pesawat Luar Angkasa untuk BepiColombo, Elsa Montagnon.

BepiColombo melakukan pendekatan terdekat ke permukaan di sisi malam Merkurius, sehingga gambar yang diambil berasal dari ketinggian sekitar 1.000 km.

"Rasanya luar biasa melihat gambar Merkurius yang hampir hidup ini," ujar  salah satu penyelidik sistem pencitraan SIMBIO-SYS BepiColombo, Valetina Galluzzi.

"Itu benar-benar membuat saya senang bertemu dengan planet yang telah saya pelajari sejak tahun-tahun pertama karir penelitian saya, dan saya ingin sekali mengerjakan gambar Merkurius baru di masa depan," tambahnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya