Berita

Jaya Suprana/Ist

Jaya Suprana

Utopia Kerajaan Demokrasi

JUMAT, 01 OKTOBER 2021 | 18:32 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TIDAK mau kalah ketimbang Sir Thomas More pada tahun 1516 menulis buku berjudul Utopia tentang sebuah negara impian yang sempurna gemah ripah loh jinawi, tata tentram kerta rahadja, maka pada tahun 2021 saya menulis naskah berjudul Utopia Kerajaan Demokrasi.

Alkisah sebuah kerajaan dipimpin seorang raja berjiwa demokratis, maka kerajaan itu tersohor dengan nama Kerajaan Demokrasi. Raja Kerajaan Demokrasi memang sangat demokratis maka meski tidak ada rakyat yang keberatan, namun sang raja secara sukarela dan ikhlas melarang para putra-putri, termasuk para menantu memangku jabatan kerajaan.

Raja Kerajaan Demokrasi memang sangat demokratis, maka mempersilakan rakyat senantiasa sudi mengawasi bahkan mengkritik kebijakan Raja yang dianggap merugikan kepentingan rakyat.


Sama sekali tidak pernah terdengar ada rakyat mengkritik raja kemudian dilaporkan ke polisi. Raja Kerajaan Demokrasi memang sangat demokratis sehingga raja tidak berkuasa seumur hidup namun hanya boleh berkuasa maksimal dua kali masa jabatan @lima tahun dan tidak boleh diperpanjang dengan alasan apapun.

Secara berkala setiap lima tahun Kerajaan Demokrasi menyelenggarakan pemilihan raja yang terbuka bagi siapa saja yang ingin menjadi raja tanpa harus lewat parpol maupun apa yang disebut kingial threshold sebagai ambang yang membatasi hak warga menjadi raja.

Pemilihan raja terbuka bagi rakyat untuk memilih raja yang mereka anggap mampu menjadi Raja Kerajaan Demokrasi. Pemilihan Raja dilakukan secara online demi menutup kemungkinan perilaku curang.

Setiap cara (calon raja) boleh menyelenggarakan kampanye dilengkapi janji-janji manis, namun wajib membuat kontrak politik dengan rakyat yang wajib dipenuhi setelah sang cara terpilih menjadi raja. Apabila kontrak politik dilanggar, maka raja wajib mengundurkan diri.

Untuk memberantas korupsi, Majelis Perwakilan Rakyat Kerajaan Demokrasi membentuk Komite Pemberantasan Korupsi yang para anggotanya dipilih langsung oleh rakyat tanpa harus melalui tes wawasan kebangsaan.

KPK bekerja independen dan leluasa bekerja tanpa pandang bulu, termasuk menangkap Raja jika terbukti melakukan korupsi. Secara struktural, KPK tidak berada di bawah kekuasaan Raja, maka bisa leluasa bekerja tanpa pandang buku, termasuk menangkap Raja jika terbukti melakukan korupsi.

Bahkan setiap anggota KPK tidak ada yang lebih berkuasa satu dengan lainnya sehingga dapat menangkap sesama anggota KPK apabila terbukti melakukan korupsi. Raja Kerajaan Demokrasi membentuk Dewan Perwakilan Rakyat yang para anggotanya dipilih oleh rakyat tanpa harus lewat parpol sehingga para wakil rakyat benar-benar mewakili rakyat, bukan parpol.

Para wakil rakyat tidak digaji, sebab semua wakil rakyat memang mewakili rakyat bukan sebagai sumber nafkah, tetapi murni sebagai kesempatan mengabdi tanpa pamrih bagi rakyat Kerajaan Demokrasi yang memang konsekuen dan konsisten berpegang teguh pada sukma sejati demokrasi yaitu dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat.

Juga para direktur dan komisaris BUMR (Badan Usaha Milik Rakyat) bukan ditentukan oleh Menteri BUMR, tetapi dipilih langsung oleh rakyat. Pokoknya Kerajaan Demokrasi memang konsekuen dan kosisten menjunjung tinggi kepentingan rakyat di atas segala-galanya, maka sama sekali tidak ada penggusuran rakyat miskin secara paksa, apalagi secara sempurna melanggar hukum dan HAM serta Undang-Undang Dasar Kerajaan yang tidak pernah diamandemen.

Bagi yang tidak percaya kisah Utopia Kerajaan Demokrasi akibat terkesan terlalu muluk-muluk untuk bisa menjadi kenyataan sehingga sulit dipercaya, silakan tidak percaya saja. Namanya juga utopia.

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

ICMI Terima Wakaf 2 Ribu Mushaf Al-Qur'an

Minggu, 22 Februari 2026 | 00:10

Tantangan Direksi Baru BPJS Kesehatan Tak Ringan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:43

Polri di Bawah Presiden Sudah Paten dan Tidak Ada Perdebatan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

AKBP Catur cuma Sepekan Jabat Plh Kapolres Bima Kota

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

Palu Emas Paman

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:01

BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:56

BI-Kemenkeu Sepakati Pengalihan Utang Tahun Ini, Nilainya Rp173,4 Triliun

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:40

Teror Ketua BEM UGM, Komisi III Dorong Laporan Resmi ke Aparat

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:14

PB IKA PMII Pimpinan Fathan Subchi Pastikan Kepengurusan Sah Secara Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:37

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:03

Selengkapnya